Khofifah Bantah Surati Kemenkes soal Perubahan Definisi Kematian COVID-19

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 15:35 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluruskan kabar, soal dirinya yang meminta perubahan definisi kematian dalam kasus COVID-19. Ia membantah telah mengirim surat ke Kemenkes soal itu.
Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak/Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluruskan soal dirinya, yang dikabarkan meminta perubahan definisi kematian dalam kasus COVID-19. Ia membantah telah mengirim surat ke Kemenkes soal itu.

"Tidak ada itu namanya mengubah definisi. Kita ini ingin pencatatan seperti WHO. Bagaimana sebetulnya proses pencatatan seperti guidance WHO. Itu yang dokter Joni sampaikan. Saya gak tahu wawancaranya (media dengan dokter Joni). Tahu-tahu Pak Wagub (Emil Dardak) sampaikan, saya ditanya, ibu kirim surat. Lho saya tanya surat apa, mana buktinya," kata Gubernur Khofifah di Grahadi, Rabu (23/9/2020).

Khofifah menjelaskan, kabar yang beredar dirinya mengirim surat permintaan untuk perubahan definisi kematian. Khofifah dengan tegas membantah hal tersebut.

"Saya tanya surat apa, mana buktinya. Suratnya kita minta definisi diubah. Masyaallah, itu tidak benar. Pemprov Jatim tidak pernah mengirim surat apapun ke Kemenkes RI untuk meredefinisikan kematian COVID-19 ataupun data terkait," tegas Mantan Menteri Sosial ini.

Khofifah menjelaskan, setiap keputusan yang diambil oleh Gugus COVID-19 Jatim selalu didiskusikan dengan pakar dalam dan luar negeri. "Kalau bukan wilayah saya, ya saya serahkan ke ahlinya. Kalau tidak tahu kita serahkan ke ahlinya. Di Jatim, kita ada gugus kuratif, dokter Joni (Wahyuhadi), gugus tracing dokter Kohar (Hari Santoso) dan dokter Ilham (Dirut RSJ Menur)," jelasnya.

Diketahui, Satgas COVID-19 memastikan Pemerintah Indonesia belum ada rencana mengubah definisi kematian akibat virus Corona. Pemerintah menyebut akan tetap mengikuti definisi yang ada mengacu pada WHO sekaligus Keputusan Menteri Kesehatan.

Wacana perubahan definisi kematian dalam kasus COVID-19 sebelumnya sempat disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Kesehatan Kementerian Kesehatan, M Subuh saat kunjungan ke Provinsi Jawa Timur, bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Subuh, dalam kunjungan itu mengungkapkan angka kematian dapat ditekan dengan definisi yang benar terkait kematian akibat COVID-19.

(sun/bdh)