Remaja Surabaya Nekat Nongkrong di Tengah Pandemi: Pasrah,Jalani Hidup Saja

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 15:12 WIB
Ini Tempat-tempat yang Selalu Ramai Dikunjungi Warga Surabaya Setiap Malam
Tempat nongkrong kawula muda di pinggir rel KA (Foto file: Amir Baihaqi/detikcom)

"Ya tak ada kerjaan lain. Saya kan habis di PKH. Ya kemarin saya kerja sopir terus kena pengurangan," beber Ivan.

Lain lagi dengan Dicky (24), ia nongkrong karena jenuh usai bekerja seharian. Untuk itu, ia biasanya memilih ngopi bersama teman-temannya.

"Ya jenuh usai kerja. Cari angin sambil ngopi sama teman," ucap Dicky.

Menurut Dicky, ia menyadari bahwa COVID-19 itu ada. Dan ia juga merasa khawatir. Namun untuk menghindari penularan, ia biasanya membatasi waktu nongkrongnya.

"Kalau sekarang paking pukul 22.00 WIB sudah pulang. Kan ini juga lagi banyak razia. Ya khawatir juga kena Corona dan razia," tukas Dicky.

Sebelumnya Pemkot Surabaya mendata kasus COVID-19 banyak ditemukan mulai kelompok usia remaja. Rata-rata mereka berusia antara 15 hingga 34 tahun. Penularan COVID-19 terhadap generasi muda itu diduga karena kebiasaan nongkrong.

Dari data Dinkes Surabaya per 14 September 2020, ada 3.879 kasus pada usia muda yang positif COVID-19. Bahkan angka itu menyumbang 29,36 persen dari total komulatif terkonfirmasi 13.208.

"Sebetulnya aku ngingatkan anak muda ini karena fisiknya kuat. Ketika dia pulang ke rumah kan bisa nulari ibunya, neneknya, kan jadi bahaya. Jadi saya minta mereka agar berhati-hati. Mungkin dia OTG, tapi bisa nulari yang lain," kata Risma, Jumat (18/9/2020).

Halaman

(fat/fat)