Layanan Publik Terpapar COVID-19, Mojokerto Diminta Tingkatkan Pencegahan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 19:05 WIB
Pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan (adminduk) maupun kesehatan di Kabupaten Mojokerto terpapar COVID-19. Pemerintah diminta meningkatkan pencegahan penyebaran virus Corona, agar pegawai di tempat-tempat pelayanan publik tidak terpapar.
Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan (adminduk) maupun kesehatan di Kabupaten Mojokerto terpapar COVID-19. Pemerintah diminta meningkatkan pencegahan penyebaran virus Corona, agar pegawai di tempat-tempat pelayanan publik tidak terpapar.

Salah satu pelayanan publik yang terpapar COVID-19 yaitu Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto. Dua pegawai instansi pelayanan adminduk ini positif Corona berdasarkan hasil tes swab yang keluar pada Rabu (16/9). Sehingga kantor Dispendukcapil di Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko di-lockdown sejak Kamis (17/9).

"Penutupan kantor Dispendukcapil rencananya selama dua hari. Semua pegawai yang jumlahnya 60 orang sudah dites swab. Harapannya hari ini hasilnya keluar," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (18/9/2020).

Jika hasil tes swab menunjukkan jumlah pegawai Dispendukcapil yang positif Corona bertambah, lanjut Ardi, penutupan pelayanan adminduk berpotensi diperpanjang. "Harapan kami tidak ada penambahan sehingga Senin pekan depan sudah bisa buka kembali," ujarnya.

Virus Corona juga menginfeksi 4 pegawai Inspektorat Kabupaten Mojokerto. Mereka tergolong orang tanpa gejala (OTG) lantaran tidak menderita gejala klinis. Keempat pegawai tersebut saat ini diisolasi di RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

"Untuk kantor Inspektorat tidak ada penutupan," ungkapnya.

Tidak hanya itu, tempat pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Mojokerto juga terpapar COVID-19. Sejauh ini sudah ada 4 Puskesmas yang pernah ditutup gara-gara tenaga kesehatannya positif Corona. Yaitu Puskesmas Puri, Puskesmas Trowulan, Puskesmas Jatirejo dan Puskesmas Kemlagi.

"Ditutup sementara karena hasil tracing ada nakes (tenaga kesehatan) yang positif. Akhirnya dilakukan penutupan. Saat ini penutupan sudah selesai, terakhir Puskesmas Jatirejo," terang Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmawan.

Selanjutnya
Halaman
1 2