Layanan Publik Terpapar COVID-19, Mojokerto Diminta Tingkatkan Pencegahan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 19:05 WIB
Pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan (adminduk) maupun kesehatan di Kabupaten Mojokerto terpapar COVID-19. Pemerintah diminta meningkatkan pencegahan penyebaran virus Corona, agar pegawai di tempat-tempat pelayanan publik tidak terpapar.
Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto

Ia mengaku kesulitan mendeteksi sumber virus yang menginfeksi para tenaga kesehatan tersebut. "Sekarang susah, bisa dari mana saja, ada dari pasien, ada dari luar," terangnya.

Terkait banyaknya fasilitas pelayanan publik terpapar COVID-19, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto Sopii meminta Bupati Mojokerto Pungkasiadi meningkatkan pencegahan penyebaran. Dia berharap para pegawai di instansi pemerintah yang memberikan pelayanan ke masyarakat bisa menjaga diri agar bebas dari virus Corona.

"Namanya penyakit tidak mengenal tempat, pemerintahan, swasta, pelayanan publik atau tidak. Kami mengharap pemerintah untuk bisa berusaha jangan sampai kena. Karena di situ banyak terjadi pelayanan masyarakat. Petugas-petugas di pelayanan pemerintah jangan sampai kena," tambahnya.

Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Rindahwati menilai, masih tingginya penyebaran COVID-19 karena rendahnya kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Menurut dia, selama ini kerja keras Gugus Tugas tak diimbangi dengan kesadaran masyarakat.

"Pemda mau gencar seperti apapun, kalau kesadaran pribadi tak ada, ya susah. Apalagi di desa-desa tak ada yang tak pakai masker. Yang pakai masker di kota-kota karena takut ditangkap polisi," jelasnya.

Terkait permintaan dewan, Ardi menuturkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona sejak awal pandemi. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan di tempat-tempat pelayanan publik, wisata maupun pusat keramaian lainnya.

"Sejak awal ada pandemi dulu Pak Bupati (Pungkasiadi) sudah menyampaikan pelayanan publik harus menyediakan tempat cuci tangan dan menerapkan protokol kesehatan yang lainnya. Cuma karena itu (virus Corona) barang tak terlihat, sulit juga. Terlebih lagi interaksi pegawai dan nakes tidak hanya di tempat kerja," lanjutnya.

Sampai hari ini Kabupaten Mojokerto masih menjadi zona oranye dengan risiko sedang penyebaran COVID-19. Tercatat 758 warga Bumi Majapahit positif Corona. Terdiri dari 613 pasien sembuh, 118 pasien dirawat, serta 27 pasien meninggal dunia.

Halaman

(sun/bdh)