Risma Setop Sementara Hotel yang Jadi Tempat Karantina Pasien COVID-19

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 15:27 WIB
wali kota risma
Wali Kota Risma (Foto: Deny Prastyo Utomo)

Risma mengungkapkan selama ini pihaknya telah melakukan tes serologi yang tingkat akurasinya 80 persen dan bukan rapid test yang tingkat akurasinya lebih rendah. Dengan begitu lebih tepat untuk mendeteksi warga surabaya terpapar atau tidak. Dan tes swab massal juga terus dilakukan.

"Artinya kalau itu masuk asrama haji, ini kita dorong warga yang isolasi mandiri di rumahnya sekitar 200-an. Itu kita dorong untuk bisa masuk asrama haji. Tapi kalau mereka tidak mau ya kita akan tutup sementara asrama haji. Karena posisinya pasien yang mau di situ sudah habis," lanjut Risma.

Risma meminta kepada warga Surabaya untuk terus mematuhi dan disiplin terhadap protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 secepat mungkin.

"Ini sekali lagi bukan sombong, Naudzubillah Min Dzalik, kita tidak pingin itu terulang. Tapi saya berharap tetap warga harus disiplin, karena kita ingin memutus mata rantai itu secepatnya. Kalau itu masih ada penularan, kita harus jaga terus gitu," ungkap Risma.

Meski pihaknya nanti bisa menyetop mata rantai penularan COVID-19, Risma meminta warga tetap harus displin menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

"Toh itu juga baik-baik saja. Artinya kita rajin cuci tangan untuk kesehatan kita, pakai masker juga untuk kesehatan kita, kemudian jaga jarak untuk kesehatan kita, itu semuanya bagus. Ada atau tidak COVID-19 ini, sebetulnya itu perilaku yang bagus, artinya tetap bisa kita lanjutkan (protokol kesehatan)," tandas Risma.

Halaman

(iwd/iwd)