Duh, Pencairan BLT Warga Terdampak Pandemi di Mojokerto Molor 2 Bulan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 19:15 WIB
BLT di mojokerto
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Pencairan bantuan sosial tunai (BST) tahap dua dari Pemkab Mojokerto untuk warga terdampak pandemi COVID-19, molor selama dua bulan. Bawaslu mengimbau Bupati Mojokerto yang akan maju di Pilbup 2020 segera menuntaskan persoalan ini agar tidak dituding memanfaatkan bansos untuk kepentingan politik.

BST tahap dua dari Pemkab Mojokerto seharusnya dicairkan Juli 2020 terhadap 16.445 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak ekonomi wabah virus Corona. Setiap KK dijatah menerima Rp 600.000 per bulan.

Namun dua bulan berlalu, bantuan tersebut tak kunjung dicairkan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono mengatakan, molornya penyaluran BST dari Pemkab karena persoalan data calon penerima.

"Ada sekitar 20 desa yang belum menyerahkan SPJ (surat pertanggungjawaban) penyerahan bansos tahap pertama. Yang belum beres, tidak akan bisa menerima tahap dua. Karena SPJ sebagai bukti kalau uang sudah diserahkan kepada masyarakat," kata Ludfi saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (3/9/2020).

Selain itu, lanjut Ludfi, persoalan data dipicu sejumlah desa yang tak kunjung menyerahkan daftar calon penerima pegganti. Saat ini terdapat sekitar 200 KK calon penerima BST Pemkab Mojokerto tahap dua yang dicoret. Karena mereka sudah menerima BST dari Kemensos.

"Kami deadline sampai besok, kalau tidak ada usulan, desa harus membuat surat pernyataan kalau tidak mengusulkan lagi. Sehingga bisa kami alihkan ke desa lain yang membutuhkan," terangnya.

Lantaran sudah terlalu lama molor, kata Ludfi, pihaknya akan mencairkan BST Pemkab Mojokerto pekan depan. Penyaluran bantuan itu bakal mengutamakan desa-desa yang data calon penerimanya sudah benar.

"Kami surati kecamatan terkait desa mana saja yang bisa mencairkan. Minggu depan kami targetkan pencairan ke desa yang beres dulu. Tujuan kami supaya tak ada masalah baru, kalau bisa bersamaan pencairannya. Tidak ada nuansa politik, murni masalah data dari desa," ungkapnya.

Perbaikan data pada pencairan BST Pemkab Mojokerto tahap dua, menurut Ludfi, menjadi kunci untuk penyaluran tahap tiga. Dia menjanjikan bantuan tahap tiga cair dalam bulan ini. Sehingga para penerima mendapatkan dua kali BST yang masing-masing senilai Rp 600.000.

Selanjutnya
Halaman
1 2