Soal Ancaman Resesi Ekonomi, Risma Yakin Surabaya Bertahan

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 20:29 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD menilai resesi ekonomi bagi Indonesia sulit dihindari. Namun Wali Kota Tri Rismaharini menyampaikan, perekonomian Surabaya akan positif hingga akhir tahun.
Wali Kota Risma/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Menkopolhukam Mahfud MD menilai resesi ekonomi bagi Indonesia sulit dihindari. Namun Wali Kota Tri Rismaharini menyampaikan, perekonomian Surabaya akan positif hingga akhir tahun.

Menurut Risma, Surabaya sudah mencuri start untuk pertumbuhan ekonomi. Sehingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan beberapa waktu lalu, hanya berlangsung sampai jilid III. Waktu itu Risma tidak mau ada perpanjangan PSBB demi menjaga pertumbuhan ekonomi, dengan beriringan sama percepatan penanganan COVID-19. Risma optimis, ekonomi Surabaya bisa bertahan hingga akhir tahun.

"Itulah yang kemarin aku curi start. Aku tidak mau ada PSBB lagi, karena kita akan lakukan new normal atau tata baru itu kan," kata Risma usai sidak di PLTSA TPA Benowo, Selasa (1/9/2020).

Risma mengungkap alasan mengapa dirinya mencuri start untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi di Surabaya. Menurutnya, jika banyak tempat usaha ditutup, maka perekonomian akan kembali mulai dari nol di Surabaya.

"Kalau ini dibiarkan terus begini, sekarang misalkan aku punya perusahaan misalnya membuat sepatu, begini tak tutup apa iya tiba-tiba bisa (kembali) jalan bagus lagi, kan enggak. Mulai nol lagi kan. Makanya sebelum tutup, dibuka, diangkat lagi gitu," ungkap Risma.

"Dari hasil penelitian evaluasi di Surabaya kemarin, kita di titik tidak minus dan kita di titik bisa bertahan di positif. Insyaallah nanti di akhir tahun itu. Jadi kenapa, kalau kemarin aku terlambat dikit itu ya nyungsep benaran. Kalau pengusaha modal dipakai makan, itu gimana bisa bangkit lagi," tambah Risma.

Risma menjelaskan, saat PSBB jilid 3 dirinya memberanikan untuk menyudahi pembatasan itu. Itu dilakukan agar upaya pencegahan penyebaran COVID-19 bisa sambil menjalankan perekonomian juga.

Selanjutnya
Halaman
1 2