Round-Up

Saat Peneliti Unair Temukan Mutasi Corona Surabaya

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 11:03 WIB
Anggota Tim Riset Covid-19 Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih
Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih (Foto: Esti Widiyana/detikcom)

Pihaknya berharap virus itu cepat termutasi, sekaligus cepat hilang. Dengan termutasi, ada dua kemungkinan, virus semakin kuat atau lemah.

"Lama-lama kemampuannya menurun untuk menginfeksi. Sisi klinik riwayat, tracing pasien, sembuh, perlu data banyak, nggak bisa data satu pasien saja. Sehingga kami bisa pelajari molekulnya. Namun bukan mempelajari riwayat pasien, karena hal itu bukan wewenang kami, itu wewenang dokter," jelasnya.

Dia juga menyebut virus itu akan survive. Karena virus tidak bisa hidup sendiri di luar sel inang. Jika virus, terlebih COVID-19 tidak masuk ke tubuh dan berkembang biak, dia mengharapkan masyarakat patuh protokol kesehatan. Hal itu harus dilakukan secara disiplin selama belum ada obat maupun vaksin yang masih pada tahap percobaan.

"Jadi selama belum ada obat dan vaksin, maka semua masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan dengan baik dan sangat disiplin. Jaga kebersihan, kesehatan, pakai masker, face shield, selalu cuci tangan. Jika mau memegang wajah cuci tangan dulu, pakai hand sanitizer," tandasnya.

Virus masuk ke sel inang, akan mendapat perangkat dari sel inang untuk berkembang biak. Hal itulah yang menjadi berbahaya jika virus masuk ke dalam tubuh manusia.

Virus itu tidak memiliki perangkat seperti perangkatnya manusia yang lengkap. Seperti mempunyai DNA, kromosom, bisa transisi RNA, memiliki sistem kompartemen yang sangat teratur sampai menjadi protein. Semua sudah ada organ selnya, punya fungsi masing-masing protein tersebut yang diterjemahkan dari DNA sebagai materi genetik.

Halaman

(fat/fat)