Pakar Sarankan Sekolah Tatap Muka Lebih Aman Dibuka di Zona Hijau

Pakar Sarankan Sekolah Tatap Muka Lebih Aman Dibuka di Zona Hijau

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 13:26 WIB
Sebanyak 21 SMP di Surabaya akan menggelar belajar secara tatap muka. Hari ini, ada dua sekolah yang menggelar simulasi.
Simulasi sekolah tatap muka di Surabaya (Foto: Esti Widiyana/File)
Surabaya -

Uji coba sekolah tatap muka dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Pakar epidemiologi menyarankan sebaiknya sekolah tatap muka dibuka di zona hijau.

"Sebetulnya kalau saya berpegangan selama masih ada risiko, kan kuning artinya risiko rendah, yang rendah atau tidak terdampak itu ya hijau. Jadi dilihatnya itu meskipun kuning masih ada penularan tapi rendah, tapi bukan tidak ada risiko. Saya berpandangan bahwa seharusnya sekolah itu dibuka ketika risiko kecil yaitu hijau," kata Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga Surabaya Dr dr Windhu Purnomo di Surabaya, Selasa (25/8/2020).

Jika ingin membuka sekolah tatap muka, Windhu menyebut ada sejumlah hal yang perlu dilakukan. Yakni meminta pendapat dari seluruh pihak, terkait apakah daerah tersebut sudah tak berisiko atau masih berisiko tinggi.

"Pertama kalau mau buka yang (zona) kuning, panggil semua stakeholder yang berkaitan dengan sekolah, ahli kesehatan, Ikatan Anak, dokter, ahli kesehatan, ahli profesional di bidang pendidikan, wakil wali murid, komnas perempuan, komisi perlindungan anak dipanggil ngomong bareng berani enggak membuka di daerah kuning. Jadi jangan sampai kita ini langsung melakukan tanpa mendengarkan pendapat para ahli, profesional," pesan Windhu.

Windhu juga menyebut jangan sampai daerah yang baru seminggu turun menjadi zona kuning, lantas buru-buru membuka sekolah. Menurutnya, harus menunggu zona kuning tersebut stabil selama minimal empat minggu.

Tak hanya itu, Windhu juga menyoroti bagaimana cara mengawasi anak-anak dalam perjalanan berangkat dan sepulang sekolah. Hal ini juga penting untuk disiapkan protokol kesehatannya.