Kolam Ikan di Kantor Polisi Ini Bantu Warga Terdampak COVID-19

M Rofiq - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 16:49 WIB
polres probolinggo kota
Kolam ikan terpal yang dibuat Polres Probolinggo Kota (Foto: M Rofiq)
Probolinggo -

Bangunan tua di belakang Polres Probolinggo Kota kini tak angker lagi. Di antara dan di sela-sela bangunan dibuat kolam untuk beternak lele. Dibuat juga kebun sayuran dengan sistem hidroponik.

Di lokasi telah berdiri empat kolam terpal dengan sistem Bio Flog berukuran 4×3 meter dan 2×3 meter. Di kolam itu ditebar 5.000 bibit ikan lele dan 500 ekor bibit ikan nila. Dan air sisa kolam pembiakan ikan lele dan nila bisa disiramkan ke tanaman sayur mayur hidroponik.

Ikan lele bisa dipanen 3 bulan dan untuk ikan nila 5 bulan. Ikan itu tak dijual, tetapi akan dibagi-bagikan ke keluarga anggota Polres Probolinggo Kota dan warga yang terdampak COVID-19. Tujuan dari budidaya ikan dan sayuran ini adalah untuk membantu meringankan beban ekonomi dan memberi persediaan pangan sebagai dampak pandemi Corona yang sudah dirasakan warga.

Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan 1 kolam sekitar Rp 450.000. Kekuatan kolam hanya bisa bertahan 1 tahun dan bisa 3 kali panen. Biaya pakan hingga sampai panen untuk ikan lele Rp 1,5 juta satu kali panen. Keuntungan per kolam sekitar Rp 2,5 juta.

"Melihat dampak pandemi Corona yang terus berlanjut dan demi membantu ketahanan pangan, kita akhirnya memanfaatkan lahan-lahan kosong dan gedung tua yang tidak berfungsi," ujar Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya kepada wartawan, Jumat (14/8/2020).

Honey Wahyudiharti (41), istri salah satu anggota Polres Probolinggo Kota mengatakan dirinya senang saja bila nantinya mendapat hasil dari ikan atau sayur dari halaman belakang polres ini. Sedikit banyak itu akan membantu meringankan beban di masa pandemi ini.

"Sangat bermanfaat hasil budidaya ikan lele, nila dan sayur mayur yang dilakukan Kapolres Probolinggo Kota beserta jajarannya. Bisa membantu kebutuhan ekonomi dampak pandemi Corona saat ini, juga bermanfaat bagi keluarga anggotanya dan warga untuk membantu stok kebutuhan pangan dampak COVID- 19 nantinya," kata Wahyudiharti.

(iwd/iwd)