Round-Up

Iklan Pornografi yang Viral Gegara Nyelip di Situs Belajar Daring

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 08:17 WIB
viral belajar daring disleingi iklan pornografi
Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Sebuah video situs belajar daring viral di aplikasi percakapan. Situs tersebut viral karena memuat konten iklan pornografi.

Video berdurasi 33 detik itu diberi caption 'Bahaya kalau DARING kelas 2 SD ternyata diselingi gambar PORNOGRAFI. Dilihat dari alamat situsnya, soal itu untuk siswa SD kelas 2 yang diberikan pada 10 Agustus 2020.

Video tersebut memperlihatkan tangan seorang perempuan men-scroll sebuah soal daring. Perempuan itu terus menaikturunkan jarinya di atas layar HP sambil terus berbicara.

"Contoh benda cair tadi ya ini alat-alat bahan yg digunakan. Benda padat adalah. hmmm...ini tugasnya. Apakah benda padat itu, apa saja alat dan bahan yang mereka gunakan dalam membuat jus jambu. Berilah dua contoh benda yang termasuk benda cair dan gas. Kalau yang ini kelas satu," ujar perempuan itu dalam video yang dilihat detikcom, Kamis (13/8/2020).

Tiba-tiba saja perempuan itu beristighfar karena saat tangannya men-scroll ke atas, dia melihat gambar pornografi di sela-sela soal belajar daring. Ada lima gambar pornografi yang tersisip di situs belajar daring itu.

"Aah... astaghfirullah... astaghfirullah... astaghfirullah. Kalau anak- anak lihat ini bagaimana ya. Wis tutup tutup," tandas perempuan itu berbarengan dengan selesainya durasi video.

"Saya juga sudah mengecek, saya buka sumbernya dari gurubp.com ternyata memang iklannya tidak pantas semua. Saya rasa perlu disarankan agar tidak membuka web tersebut. Mohon maaf sebelumnya," kata Kepala Bidang Guru dan Bidang Pendidikan Dispendik Surabaya Mamik Suparmi.

"Mohon orang tua tidak membuka web gurubp.com. Itu bukan web dinas pendidikan Kota Surabaya," tambahnya.

Namun, Mamik membantah jika situs tersebut untuk belajar daring siswa Surabaya. Bahkan, dia mengatakan website tersebut tidak resmi.

"Sudah di klarifikasi tiga hari yang lalu. Itu bukan dari Surabaya, itu website tidak resmi dari website gurubp.com," ujarnya.

Tonton video 'Instagram Perketat Aturan Soal Iklan Pelangsing dan Operasi Plastik':

[Gambas:Video 20detik]



Selain itu, Mamik menegaskan jika website tersebut bukan dari guru Dispendik Surabaya. Pihaknya memastikan telah mengecek situs itu.

"Itu bukan guru kita, bukan guru yang di SBO juga. Sudah kami cek dan juga bukan web SBO. Jadi tidak ada kaitannya dengan SBO dan daring Dinas Pendidikan Kota Surabaya," jelasnya.

Selama ini, pembelajaran daring untuk siswa di Surabaya hanya lewat aplikasi dispendik. "Pakai aplikasi dispendik.surabaya.go.id dengan office 365," tandas Mamik.

Kini, iklan pornografi pada situs tersebut sudah dihapus. Saat membuka situs tersebut akan terlihat dua kalimat yang mengumumkan bahwa iklan tersebut sudah dihapus.

"Agar lebih bersahabat dan pantas untuk dibaca oleh anak usia sekolah dasar, maka iklan di blog ini sengaja dihapus. Mohon maaf dan terima kasih atas kritik dan sarannya," tulis dalam situs pembelajaran online itu.

Admin website sbo.co.id untuk pembelajaran daring Mustaqim menegaskan jika situs tersebut bukan milik SBOTV. Sebab, laman yang dapat diakses hanyalah sbo.co.id saja.

"Bukan milik sbotv, yang resmi hanya sbo.co.id," kata Mustaqim.

SBOTV merupakan salah satu media belajar yang direkomendasikan oleh Dispendik Surabaya. Maka, pihaknya mengimbau kepada orang tua untuk mendampingi dan memastikan bahwa anak-anak melaksanakan kegiatan belajar bersama guruku melalui link sbo.co.id, TV atau YouTube.

"Hal ini untuk menghindari anak mengakses dari link lain yang berpotensi disisipi iklan tidak layak anak," kata Mustaqim.

(iwd/iwd)