Polisi Minta Warga Disiplin Protokol COVID-19 Saat Merayakan Hari Kemerdekaan

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 13:17 WIB
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Perayaan HUT ke-75 RI nampaknya akan sedikit berbeda. Hal ini karena masih terjadi pandemi COVID-19. Polisi mengingatkan sejumlah hal agar euforia perayaan kemerdekaan tak menjadi klaster baru penyebaran virus Corona.

Biasanya, perayaan Hari Kemerdekaan kerap dilakukan dengan menggelar lomba tradisional, tasyakuran di kampung, hingga upacara peringatan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan untuk larangan atau pembatasan merupakan wewenang setiap daerah.

"Terkait larangan atau pembatasan tentu acuannya peraturan daerah atau juga peraturan walikota atau bupati serta imbauan-imbauan yang berlaku," kata Truno kepada detikcom di Surabaya, Senin (10/8/2020).

Kendati demikian, jika perayaan tetap digelar, Truno ingin masyarakat tetap menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Misalnya menggunakan masker hingga menjaga jarak dan tidak berkerumun.

"Imbauannya tetap mengacu pada protokol kesehatan. Yakinkan kondisi kesehatan baik atau sehat, gunakan masker, jaga jarak atau tidak bersentuhan serta tidak menggunakan perlengkapan yang berganti antar orang, bila diperlukan gunakan faceshield dan sarung tangan, jangan berkerumun," pesan Truno.

Tak hanya itu, Truno mengatakan pihaknya akan selalu memberikan edukasi kepada masyarakat. Misalnya jika merasa tak enak badan, sebaiknya tidak ikut begabung dalam perayaan Hari Kemerdekaan.

"Polda Jatim akan terus melakukan imbauan dan edukasi kepada masyarakat terkait partisipasi kedisiplinan masyarakat," papar Truno.

"Gerakan saat ini tetap yaitu Jawa Timur Bermasker melalui organisasi wanita yang ada di tingkat terkecil dan organisasi kepemudaan di tingkat desa atau kelurahan melalui Kampung Tangguh dengan memberikan sejuta masker kepada masyarakat," imbuhnya.

Menurut Truno, kerja sama dengan masyarakat di lingkup terkecil ini cukup efektif. Hal ini agar pemahaman masyarakat terkait pencegahan penularan virus bisa lebih baik.

"Melalui Kampung tangguh semeru sangat efektif untuk memberdayakan organisasi terkecil atau terdepan menyosialisasikan penggunaan masker dan disiplin protokol kesehatan. Kita juga memasang spanduk-spanduk ptotokol kesehatan dengan berbahasa kearifan lokal juga sangat efektif membantu memberikan edukasi kepada masyarakat di setiap desa maupun kelurahan," pungkasnya.

(hil/iwd)