Di Zona Kuning Boleh Sekolah Tatap Muka, Jatim Tak Ingin Buru-buru

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 20:49 WIB
Tren penambahan kasus COVID-19 di Jawa Timur disebut mulai menurun. Kendati demikian, warga tetap diminta mematuhi protokol pencegahan COVID-19 agar penularan terus menurun.
Koordinator Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi (kanan)/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Pemerintah mewacanakan pembukaan kembali sekolah di zona kuning penyebaran COVID-19. Kendati demikian, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Jatim tak ingin terburu-buru memberlakukan sekolah tatap muka.

Koordinator Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, pembukaan sekolah tatap muka harus menunggu wilayah tersebut menjadi zona hijau. Joni ingin tidak terjadi klaster penyebaran virus di sekolah.

"Menurut saya harus hijau dulu, RT di bawah 1. Artinya penularan turun atau gak ada case, sehingga kans timbulnya penyakit itu kecil," kata Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (8/8/2020).

Tonton juga 'Alasan Pemerintah Izinkan Sekolah di Zona Kuning Dibuka Lagi':

[Gambas:Video 20detik]

Joni menyebut hal ini juga merujuk pada pengalaman China saat membuka pendidikan tatap muka. Meski dibuka dengan protokol ketat, Joni mengatakan justru masih ditemukan penyebaran kasus.

Tak hanya itu, Joni menjelaskan, kasus pada anak-anak memang rendah di Jatim. Namun jika dibuka tanpa mempertimbangkan kajian epidemiologi akan bahaya.

Joni juga menilai ada perbedaan klinis antara anak-anak dengan orang dewasa. "Memang case pada anak-anak tidak banyak. Cuma pada anak-anak klinisnya beda dengan dewasa sehingga harus hati-hati," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2