Cerita Petugas TPU Keputih Surabaya, Sehari Makamkan 30 Jenazah COVID-19

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 19:44 WIB
TPU Keputih blok COVID-19
Petugas TPU Keputih merawat makam COVID-19 (Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Tingginya kasus COVID-19 di Surabaya tak hanya membuat kewalahan tenaga kesehatan. Petugas di TPU Keputih blok khusus COVID-19 juga kewalahan menerima dan memakamkan pasien yang meninggal.

Kepala UPTD Pemakaman Pemkot Surabaya Aswin Agung mengungkapkan, per hari pihaknya bisa menerima rata-rata 15-20 jenazah dari rumah sakit. Bahkan, dalam satu hari, pernah sampai 30 jenazah.

"Itu satu hari awal-awal. Kalau rata-rata sekitar 15 atau 20-an jenazah. pernah juga maksimal sehari menerima 30 jenazah," ungkap Aswin kepada detikcom di TPU Keputih, Selasa (21/7/2020).

Namun, tambah Aswin, jumlah kematian kasus Corona di Surabaya saat ini mulai menurun. Dia juga berharap tak ada lagi pasien yang meninggal terus-menerus.

"Kalau sekarang sudah mulai turun. Dan tidak mesti menerima jenazah lagi. Ya semoga tidak terus-terusan," harap Aswin.

Aswin mengaku tidak tahu apakah seluruh jenazah yang dimakamkan di blok khusus COVID-19 terkonfirmasi positif atau tidak. Sebab, pihaknya hanya bertugas menerima dan memakamkan secara protokol kesehatan jenazah dari rumah sakit.

"Kalau jumlahnya yang dimakamkan di blok ini sudah 1.000 lebih. Tapi kita tidak tahu positif atau tidak. Karena itu bukan kewenangan kami," tukasnya.

Aswin menuturkan pihaknya telah menyediakan satu unit backhoe untuk menggali tanah setiap pemakaman jenazah di blok khusus COVID-19. Sedangkan petugas pemakaman biasanya hanya menguruk dan merapikan tanah makam.

"Kalau penggaliannya dengan alat berat backhoe itu. Tapi setelah itu tanahnya dirapikan lagi oleh petugas kami," ujar Aswin.

Tonton video 'Survei Indikator: Kinerja Penanganan COVID-19 Pemerintah Dinilai Meningkat':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)