Ibu yang Dian Cari Ternyata Ada di Bandung, Bukan Banyuwangi

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 20:58 WIB
Usaha Dian (14) untuk bertemu ibunya akhirnya menemukan titik terang. Pihak yang menampung Dian mengaku telah dihubungi ibu dari anak asal Cianjur itu.
Ibu, adik dan nenek dari Dian (14)/Foto: Istimewa
Lamongan -

Usaha Dian (14) untuk bertemu ibunya akhirnya menemukan titik terang. Pihak yang menampung Dian mengaku telah dihubungi ibu dari anak asal Cianjur itu.

Sejak Rabu (15/7), Dian tinggal sementara di rumah Aipda Purnomo, polisi yang berdinas di Polsek Babat, Lamongan. Purnomo menuturkan, ibu dari Dian menghubungi dirinya dan mengaku ingin segera bertemu dengan anaknya, setelah tiga tahun berpisah.

"Alhamdulillah, barusan ibunya Adik Dian menghubungi saya. Beliau ingin segera ketemu sama anaknya yang sudah 3 tahun tidak ketemu," kata Purnomo pada detikcom, Kamis (16/7/2020).



Kepada Purnomo, ibunya Dian mengaku sehari-hari bekerja sebagai pencari barang bekas dan rongsokan di TPA Sarimukti, Bandung Barat dan tinggal di Cipeundeuy. Saat menghubungi Purnomo, ibunya Dian yang bernama Sari itu meminjam HP orang lain. Untuk memastikan, Purnomo juga akan menghubungi Sari dengan video call.

"Ibunya Dian telepon saya pinjam HP orang lain karena dia ndak punya HP," terangnya.

Karena memang keluarga tidak mampu dan tidak punya ongkos untuk menjemput, imbuh Purnomo, pihaknya akan membantu ongkos buat ibunya Dian agar bisa menjemput sang anak di Lamongan. Rencananya, Sari akan meminjam rekening orang lain agar bisa dikirim uang untuk menjemput Dian ke Lamongan.

"Insyaallah akan kita kasih uang untuk menjemput Dian ke Lamongan dan kembalinya juga akan kita kasih ongkos balik. Mohon doanya," ujar polisi yang juga aktif berkegiatan sosial melalui Yayasan Berkas Bersinar ini.

Seperti diketahui, Dian (14) yang mengaku beralamat di Desa Ramasari, Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur, Jabar nekat mencari ibunya yang bernama Sari Mega, yang menurut informasi berada di Banyuwangi. Dian nekat berangkat mencari ibunya dengan berbekal uang Rp 300 ribu usai menjual HP pemberian almarhum ayahnya.

Dian sampai di Pertigaan Mira Babat dengan menumpang truk sayur dengan sisa uang hanya Rp 30 ribu. Tak cukup untuk naik bus, Dian kemudian nekat berjalan kaki hingga sampai di Pasar Agrobis Babat dan diantar warga ke Desa Tritunggal, Kecamatan Babat. Kemudian dibujuk Aipda Purnomo untuk tinggal sementara waktu di rumahnya.

(sun/bdh)