Mengandung Bakteri A1, 1,5 Ton Benih Sawi Putih dari Korsel Dimusnahkan

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 20:55 WIB
pemusnahan benih sawi putih
Pemusnahan benih sawi putih (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Karantina Pertanian Surabaya melakukan pemusnahan 1,5 ton benih sawi putih dari Korea Selatan. Benih sawi putih senilai Rp 1,2 Miliar ini dimusnahkan karena mengandung bakteri kategori golongan A1 atau belum ditemukan di Indonesia.

Dari hasil pengujian Laboratorium Karantina Pertanian Surabaya, bakteri yang ditemukan adalah Pseudomonas viridiflava dan kategori A2 Pseudomonas chicorii. Pemusnahan ini dilakukan di PT KSI Kediri dengan cara dibakar.

"Tindakan pemusnahan ini dilakukan karena bakteri Pseudomonas Viridiflava menurut statusnya belum ditemukan di Indonesia dan tidak bisa diberi perlakuan, sedangkan untuk Pseudomonas Chicorii sudah ada di Indonesia serta memiliki inang yang luas," papar Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi di Surabaya, Kamis (16/7/2020).

Tak hanya itu, bakteri ini disebut cukup berbahaya bagi dunia pertanian di Indonesia. "Hal ini merupakan ancaman serius bagi pertanian di Indonesia khususnya pertanaman hortikultura," lanjut Musyaffak.

Musyaffak menambahkan persyaratan pemasukan benih sawi putih ke Indonesia harus dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Seperti Photosanitary Certificate hingga dan Surat Ijin Pemasukan dari Menteri Pertanian.

Selain itu, benih sawi putih juga harus bebas dari hama penyakit tumbuhan. Hal ini untuk mencegah tersebarnya hama penyakit tumbuhan ke Indonesia.

"Tupoksi utama karantina adalah mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit tumbuhan dari luar negeri ke wilayah Indonesia, oleh sebab itu kami berupaya untuk menjalankan amanah tersebut dengan baik," imbuh Musyaffak.

(hil/iwd)