Ini Perubahan Perwali No 33 Tahun 2020 untuk New Normal di Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 21:56 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya/Foto file: Amir Baihaqi

Perubahan Pasal 20 antara lain

(1) Pedoman tatanan normal baru pada tempat kegiatan hiburan dan rekreasi dimaksud dalam Pasal 6 ayat (5) huruf j, meliputi destinasi pariwisata, arena permainan, salon/barber shop dan gelanggang olahraga. Yang dikecualikan dari gelanggang olahraga yakni gelanggang renang, kolam renang, gelanggang/lapangan Basket, gelanggang/lapangan futsal dan gelanggang/lapangan voli

(2) Selain kegiatan pada ayat (1) dilarang beroperasi

Pasal 24 ayat (2) huruf e dan ayat (6) huruf a

Ayat (2) huruf e

Pedoman tatanan baru pada kegiatan pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi. Setiap orang yang melaksanakan perjalanan masuk ke daerah harus mematuhi syarat menunjukkan identitas diri, menunjukkan hasil pemeriksaan rapid test dengan hasil non reaktif atau swab dengan hasil negatif, yang dikeluarkan dokter RS/Puskesmas bagi pekerja yang berasal dari luar daerah yang berlaku 14 hari pada saat pemeriksaan. Lalu menunjukkan hasil pemeriksaan rapid test atau swab atau surat keterangan bebas gejala dikecualikan untuk orang yang ber-KTP, yang melakukan perjalanan komuter dan/atau perjalanan di dalam wilayah/kawasan anglomerasi.

Ayat (6) huruf a

Pedoman tatanan baru pada kegiatan pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi untuk check poin. Melakukan pengawasan dan pemantauan pada terminal bus.

Penambahan 1 pasal yaitu Pasal 25 A antara lain pembatasan aktivitas di luar rumah dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB. Pembatasan aktivitas di luar rumah dikecualikan untuk kegiatan pemenuhan keperluan kesehatan antara lain RS, apotek, fasilitas pelayanan kesehatan. Pengecualian juga berlaku untuk pasar, stasiun, terminal, pelabuhan, SPBU, jasa pengiriman barang serta minimarket yang terintegrasi dengan bangunan sebagai fasilitas pelayanan masyarakat.

Pasal 34

Perubahan pelanggaran yang dikenakan sanksi administratif dan push up, joget, memberi makan ODGJ di Liponsos sebagai bagian dari paksaan pemerintah.

Halaman

(sun/bdh)