Dispendik Surabaya Mewanti-wanti Lembaga Pengajaran Beralih ke Daring

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 13:56 WIB
Kadispendik Surabaya Supomo
Kadispendik Surabaya Supomo (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Saat pandemi COVID-19 belum usai di Indonesia, sistem pembelajaran masih dilakukan ke sistem daring atau online. Dan di Surabaya selama ini sekolah dan kampus menerapkan pembelajaran online.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mewanti-wanti agar meminta semua lembaga pengajaran beralih ke daring. Agar tidak hanya di lingkup sekolah saja. Seperti lembaga kursus atau bimbel, harus melakukan daring. Jangan melakukan tatap muka untuk menghindari adanya penularan maupun menularkan.

"Sepanjang kondisi masih seperti saat ini, pembelajaran di sekolah maupun lembaga-lembaga kursus harus menggunakan daring. Mereka harus menggunakan online untuk menyampaikan materi ke siswanya," kata Kadispendik Surabaya Supomo di ruangannya, Selasa (14/7/2020).

Supomo meminta semua lembaga pengajaran kepada siswa maupun mahasiswa wajib menggunakan daring. Sebab, dari kemendikbud juga menyarankan untuk beralih ke daring.

"Gugus Tugas COVID-19 Surabaya juga rekomnya adalah daring. Semua lembaga pengajaran mulai sekolah reguler, TK, Playgroup, SD dan SMP," jelasnya.

Tak hanya sekolah, tempat kursus pun juga harus menggunakam daring sepanjang pandemi COVID-19. Termasuk les bimbel harus menggunakan daring.

"Dilarang tatap muka maka melanggar ketentuan. Ada sanksi sesuai dengan derajat kesalahannya, mereka akan kita proses," pungkasnya.

(fat/fat)