Tahun Ajaran Baru, Dispendik Kota Pasuruan Pastikan Siswa Masih Belajar Daring

Muhajir Arifin - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 15:01 WIB
kantor dispendik kota pasuruan
Kantor Dispendik Kota Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan -

Para siswa Kota Pasuruan masih melakukan sistem belajar di rumah (daring) tahun ajaran baru 2020. Pasalnya, Kota Pasuruan masih zona merah. Untuk itu, wali murid diminta lebih memperhatikan pendidikan siswa di rumah.

"Sesuai keputusan bersama menteri, kesehatan, pendidikan, dalam Negeri dan menag, untuk tahun ajaran baru bila daerah itu masih zona kuning, oranye, bahkan merah, masih belajar di rumah. Baru nanti kalau sudah hijau, bisa tatap muka," kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Endang Nurmiyati, Minggu (12/2/2020).

Menurut Endang, jika kota sudah zona hijau, proses belajar tatap muka dilakukan secara bertahap. Tahap pertama siswa SMA/SMP, kemudian 2 bulan berikutnya dimulai tahap 2 untuk siswa SD, dan 2 bulan berikutnya baru tahap 3 untuk siswa PAUD.

"Kalau zonanya balik naik kuning, oranye, atau bahkan merah, balik lagi ke daring. Kalau zona hijau lagi, ya balik lagi tahapannya," jelas Endang.

Endang mengatakan, kualitas pendidikan selama pandemi virus Corona dipastikan mengalami penurunan karena yang diutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik serta guru. Pendidikan tidak harus terbebani dengan ketuntasan kurikulum.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Endang NurmiyatiKabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Endang Nurmiyati Foto: Muhajir Arifin

"Namun kami berupaya melakukan pemantauan agar belajar daring berjalan baik. Meski daring, diusahakan tetap ada interaksi guru dan siswa, paling tidak guru dan wali murid," tandasnya.

Untuk menambal kekurangan selama belajar daring, dinas meminta para wali murid ikut bekerja keras. Selama belajar daring, tanggungjawab utama pendidikan siswa ada di tangan wali murid.

"Para guru dan kepala sekolah sering kami sampaikan bekerja sebaik mungkin meski kondisi seperti ini, karena kondisi wali murid dan siswa juga berbeda-beda. Wali murid harus ikut tanggungjawab juga terkait proses pendidikan, harus melakukan pendampingan, nggak bisa anak-anak dilepas begitu saja. Jadi masa pandemi ini kesempatan wali murid untuk semakin dekat dengan anak. Semakin bisa mengajari anak, tanggungjawab utama memang di orang tua," terang Endang.

Saat ini, sekolah-sekolah sudah menyiapkan sarana-prasarana untuk protokol kesehatan. Sehingga jika sewaktu-waktu zona hijau, sekolah sudah siap melaksanakan belajar tatap muka.

(fat/fat)