Lumbung Pangan Jatim Diperluas Hingga 28 Kabupaten/Kota

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 15:27 WIB
lumbung pangan
Lumbung pangan bekerjasama dengan PT Pos dan Ojol (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Lumbung pangan Jawa Timur akan diperluas hingga ke 28 kabupaten dan kota. Hal ini diharap memudahkan masyarakat untuk berbelanja sembako secara online atau daring dengan harga murah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya telah menggandeng para ojek online atau ojol dan PT Pos Indonesia untuk mendistribusikan pembelian di lumbung pangan. Nantinya, para ojol hingga petugas PT Pos akan langsung mengirimkan sembako yang yang telah dipesan dengan transaksi pembelian online.

Khofifah menyebut kini layanan lumbung pangan telah ada di 19 kabupaten atau kota di Jatim. Yaitu Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Bangkalan, Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

Selain itu, lumbung pangan juga dapat diakses masyarakat di Jombang, Nganjuk, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kota Madiun.

Khofifah mengatakan saat ini tren belanja online masyarakat Jatim terus meningkat. Hal ini dilihat dari animo pembelian masyarakat di Lumbung Pangan yang mulai berganti secara non tunai. Perluasan layanan ini merupakan proses yang telah disiapkan oleh Pemprov Jatim untuk memberikan layanan lebih murah dan terjangkau.

"Perluasan keterjangkauan kepada masyarakat yang membutuhkan harus dilakukan secara sistemik terhadap ketersediaan logistik pangan dan memastikan harga di bawah harga pasar," paparnya.

Tak hanya itu, Khofifah bersyukur karena perluasan layanan saat ini telah dilakukan sampai di 19 dari 38 kabupaten atau kota di Jatim. Artinya sampai saat ini sudah mencapai 50% dari seluruh daerah. Khofifah menyebut mulai pekan depan, Lumbung Pangan Jatim akan meluaskan kembali layanannya dengan tambahan 9 daerah lagi.

"Berarti hingga Juli ini akan tersasar 28 kabupaten atau kota sehingga tinggal 10 kabupaten kota yang akan kita maksimalkan kembali," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Khofifah juga memberikan apresiasi kemitraan bersama PT Pos yang telah terbukti menghasilkan multiplayer efek luar biasa. Selain memberikan penyediaan bahan pangan murah bagi masyarakat, pendekatan layanan, lumbung pangan juga menjadi pengendali kestabilan harga bahan pangan di Jatim.

"Kita berharap maksimalisasi untuk bisa membangun Partnership diantara PT Pos dan Pemprov Jawa Timur melalui penguatan BUMdes yang sekarang sudah disiapkan akan bisa terus dikembangkan sehingga akses layanan makin dekat kepada masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono berkomitmen siap membantu Pemprov Jatim dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Wahyu menyebut Jatim menjadi prioritas utama PT Pos Indonesia dengan total 40 juta penduduk.

"Kami dari PT Pos akan membantu semaksimal mungkin untuk bisa mencapai ide-ide tadi untuk membuat Jawa Timur bisa suspend biaya yang luar biasa mahalnya tentu dari sisi logistik sehingga biaya yang dibayarkan oleh masyarakat menjadi murah dan terjangkau," pungkasnya.

(hil/iwd)