Ini Pendonor Plasma Darah Pertama di Lumajang yang Sembuh dari COVID-19

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 14:29 WIB
pendonor plasma pertama usai sembuh dari corona di lumajang
Foto: Istimewa
Lumajang -

PMI Lumajang menerima donor plasma darah pertama dari pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh. Pendonor plasma atas nama Rivaldi asal Kecamatan Jatiroto merupakan pasien terkonfirmasi positif yang telah sembuh, Sabtu (13/6/2020) lalu.

"Ini kebetulan golongan darahnya AB, nanti dimungkinkan pasien lain yang dinyatakan sembuh dapat mendonorkan dengan golongan darah lain seperti A, B, O, sehingga kita punya lengkap dan bisa dimanfaatkan, kalau ini berhasil tentu kita akan memanfaatkan itu dan tentu dibutuhkan oleh banyak daerah dan banyak orang," ujar Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang yang turut melihat pengambilan donor plasma darah tersebut, Jumat (10/7/2020).

Dia menjelaskan bahwa UTD PMI Lumajang merupakan salah satu dari UTD di Indonesia yang memiliki izin dan sertifikat mengolah darah. Sedangkan di Jawa Timur sendiri yang mendapat alat apheresis donor dari PMI Pusat hanya 3 UTD yakni Surabaya, Sidoarjo dan Lumajang.

"Mudah-mudahan ini menjadi obat penyembuh bagi pasien terkonfirmasi COVID-19 tidak hanya di Lumajang, di manapun, kalau kabupaten lain membutuhkan ini, tentu akan bisa dimanfaatkan oleh daerah lain yang membutuhkan," harap Bunda Indah.

Sementara salah satu dokter spesialis Paru RSUD dr Haryoto Lumajang, dr Dwi Yuliati SpP menjelaskan bahwa zat antibodi yang ada dalam plasma darah pasien COVID-19 yang telah sembuh bisa membantu menetralisir virus yang ada dalam tubuh pasien COVID-19. Untuk itu, prosedur pengambilan plasma darahnya juga harus melalui kontrol yang ketat.

"Dilakukan screening seperti HIV, hepatitis dan dilakukan swab ulang pada pasien dan itu sudah dilakukan oleh Rivaldi," jelasnya.

Dia menjelaskan memang belum ada obat pasti untuk menyembuhkan pasien COVID-19. Namun convalescent plasma atau terapi plasma bisa menjadi alternatif yang bisa dilakukan dan terbukti cukup efektif dalam menaikkan tingkat kesembuhan dari COVID-19. Dalam sekali tranfusi, pendonor bisa menyumbangkan sekitar 500-600cc plasma darah.

"Terapi untuk pasien COVID-19 ini tidak ada terapi yang pasti, semuanya terapi berdasarkan WHO, salah satunya terapi convalescent plasma, kita prioritaskan untuk pasien dengan derajat sedang dan berat, kita sediakan baik untuk pasien Covid yang ada di Lumajang maupun daerah lain yang membutuhkan,"jelasnya.

Rivaldi, pendonor pertama plasma darah ini merasa senang dan berharap apa yang dilakukan bisa membantu pasien lain sembuh dari COVID-19.

"Agar membantu pasien yang membutuhkan, terutama yang terkena Corona yang berat-berat, pastinya saya bangga bisa menjadi yang pertama di Lumajan.g dan semoga ini dapat membantu masyarakat lain," pungkasnya.

(hil/fat)