LIPI Sumbang Ventilator Canggih Bantu Penanganan COVID-19 di Jatim

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 22:19 WIB
lipi bantu pemprov jatim berupa ventilator
Gubernur Khofifah menerima bantuan ventilator dari LIPI (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Kasus positif COVID-19 di Jawa Timur kian meningkat. Untuk mempercepat penanganannya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberi bantuan ventilator kepada Pemerintah Provinsi Jatim.

Bantuan tersebut yakni satu unit Ventilator Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula 01 (GLP HFNC-01). Alat ini merupakan produk alat terapi oksigen beraliran tinggi pertama di Indonesia. Selain itu, alat ini telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan dengan Nomor Izin Edar Alat Kesehatan : KEMENKES RI AKD 20403020951.

Usai menerima bantuan, Khofifah menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan LIPI. Khofifah menyebut bantuan ini merupakan wujud kegotongroyongan melawan COVID-19 di Jatim.

"AlhamdulillIah, terima kasih kepada LIPI yang memberikan bantuan kepada kami Pemprov Jatim. Terima kasih atas seluruh ikhtiar luar biasa yang dilakukan bersama-sama. Insyaallah Jatim bisa menang melawan COVID-19," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (7/7/2020).

Sementara itu, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Dr. Agus Haryono, M.Eng menjelaskan ventilator ini diperuntukkan bagi pasien yang mengalami gagal nafas, namun masih bisa melakukan pernafasan sendiri.

Sedangkan ventilator tipe lainnya untuk pasien dengan tingkat gagal nafas yang parah. Sebelum pasien COVID-19 gagal nafas, kondisinya akan diupayakan membaik dengan alat ini.

Agus menyebut LIPI telah menggandeng PT Gerlink Utama Mandiri dalam menghasilkan produk ini. Untuk sparepartnya, sebanyak 80 persen berasal dari dalam negeri, dan bisa diproduksi di Bandung.

"Alat ini sangat berguna untuk pasien COVID-19 untuk tahap awal jika pasien masih dalam kondisi dapat bernafas sendiri. Alat ini mencegah pasien tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasif. Dan ini baru pertama kali dikembangkan di Indonesia. Sekiranya bisa membantu penanganan COVID-19," paparnya.

(hil/iwd)