4 Pasien dan 4 Anggota Keluarga Dokter yang Merawat di Blitar Positif Corona

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 19:47 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Blitar -

Gugus tugas COVID-19 Kabupaten Blitar menemukan klaster baru penularan virus Corona. Mereka menyebutnya klaster Surabaya dan menulari empat orang dalam satu keluarga serta empat anggota keluarga dokter yang merawatnya.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti bilang, penularan ini disebut sebagai klaster Surabaya, bermula dari pasien positif yang telah meninggal dunia baru datang dari Surabaya.

"Confirm meninggal, perempuan 65 tahun dari Butun, Gandusari. Riwayat dari Surabaya mengalami demam, sesak, penurunan kesehatan. Penyakit bawaan jantung dan atropi otak. Domisili di Surabaya, KTP di Blitar," jelas Krisna kepada detikcom, Minggu (5/7/2020).

Ketika dibawa pulang ke Blitar, pasien terdata sebagai PDP. Hasil swab yang bersangkutan, baru diterima gugus tugas pada Sabtu (4/7). Saat awal pulang ke Blitar, lanjutnya, pasien sempat dirawat di sebuah klinik swasta di Kecamatan Wlingi. Disitulah, pasien kemudian menularkan kepada dokter yang merawatnya.

"Dokter pria (51) ini bertindak cepat. Begitu dia mengalami gejala langsung memeriksakan diri di rumah sakit swasta di Malang. Hasil swabnya positif, kami terima lebih dulu. Sehingga kami langsung bertindak melakukan tracing kepada semua yang pernah kontak erat dengan pasien wanita yang pernah dirawatnya," ungkapnya.

Dan benar saja, dinkes melakukan tracing ke belasan orang yang langsung diambil tes swabnya. Hasilnya, tiga anak kandung pasien positif juga terkonfirmasi positif Corona. Serta, anak istri dan pembantu sang dokter yang tinggal di Babadan Kecamatan Wlingi, ikut terkonfirmasi terinfeksi COVID-19.

"Kami menyebutnya ini klaser Surabaya karena menularkan ke banyak orang. Selain dokter yang awal merawat di klinik, anak istri dan pembantu sang dokter dan tiga anak kandungnya juga positif Corona. Ini masih ada empat tes swab yang belum kami terima hasilnya," imbuh Krisna.

Ketiga anak perempuan ini, lanjutnya, masing-masing berusia 41, 38 dan 25 tahun. Mereka tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG), namun tetap diisolasi di sebuah rumah sakit swasta di Kabupaten Blitar. Sedangkan anak wanita (23), istri sang dokter (49) dan pembantunya wanita (21) asal Kecamatan Binangun saat ini dirawat di rumah sakit swasta di Malang.

Dengan bertambahnya jumlah pasien positif ini, maka total pasien positif di Kabupaten Blitar per Minggu (5/7) ada 38 orang. Dengan rincian dinyatakan sembuh 20, masih masa observasi 10 dan meninggal dunia 6 orang.

(iwd/iwd)