Razia Kerumunan, Tiga Warga Kota Malang Kedapatan Reaktif

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 18:43 WIB
patroli malang
Foto: Muhammad Aminudin
Malang -

Operasi gabungan kembali digelar Satgas COVID-19 Kota Malang dengan sasaran tempat-tempat nongkrong. Tiga orang kedapatan reaktif saat menjalani rapid test. Mereka kemudian dibawa rumah isolasi yang terletak di Jalan Kawi, Kota Malang.

Dari tiga orang tersebut, satu orang kedapatan reaktif saat nongkrong di sebuah kafe kawasan Lembah Dieng, Kota Malang. Pada kesempatan itu, satgas juga melakukan rapid test terhadap 124 orang lainnya, terdiri dari pengunjung serta karyawan kafe.

Sedangkan, pada operasi gabungan berikutnya, satgas menyasar warung kopi di kawasan Jalan Terusan Candi Mendut. Di sana rapid test kembali dilakukan dan dua orang kedapatan reaktif. Yakni satu pengunjung berjenis kelamin laki-laki yang berusia 26 tahun serta satu juru parkir berusia 27 tahun.

"Sampai hari ini, sudah 3 orang yang kita masukan ke rumah isolasi. Karena kedapatan reaktif saat dilakukan rapid test," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto, Minggu (5/7/2020).

Wasto mengaku, operasi gabungan pertama digelar pada Jumat (3/7/2020), dan Sabtu (4/7/2020), dengan sasaran tempat-tempat nongkrong pada malam hari. Sementara bagi tiga orang yang dibawa ke rumah isolasi akan menjalani tes swab demi memastikan apakah tertular virus COVID-19.

"Sampai berapa lama di rumah isolasi, tentu sampai keluar hasil swab. Karena jukir bagian yang tidak terlepas dari manajemen usaha, maka begitu ada salah satu yang reaktif, maka tempat usaha ditutup selama 5 lima hari dan dilakukan sterilisasi," terang Wasto.

Selain Wasto, operasi gabungan juga diikuti Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko, Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Simarmata serta 0833 Kota Malang, Letkol Infanteri Tommy Anderson.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Malang resmi mengaktifkan rumah isolasi yang berada di Jalan Kawi 41 yang memiliki kapasitas 60 sampai 76 tempat tidur. Rumah isolasi difungsikan demi memutus sebaran COVID-19 bagi warga yang tak memiliki gejala.

"Karena warga yang akan di isolasi masih memiliki fisik yang bagus tidak sakit, karena kalau sakit langsung masuk rumah sakit. Maka disiapkan juga perlengkapan mandi dan lain sebagainya termasuk handuk tapi dia harus merawat dirinya, mencuci sendiri dan seterusnya," ujar Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko terpisah.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Malang per 4 Juli 2020 mencatat jumlah pasien terkonfirmasi mencapai 248 atau bertambah 14 orang, 21 meninggal dunia, 162 menjalani perawatan, dan 65 dinyatakan sembuh.

Sementara orang dalam resiko sebanyak 3.164 orang, orang tanpa gejala (OTG) 784 atau bertambah 23 orang, orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 999, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 391. Rinciannya, meninggal 32, selesai pengawasan 208, 151 masih menjalani perawatan.

(iwd/iwd)