RS Saiful Anwar Malang Pindahkan Pasien COVID-19 ke Ruang Paviliun

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 13:15 WIB
rs saiful anwar malang
Pasien COVID-19 di rumah RSSA di ruang lama dipindahkan ke paviliun (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) memindahkan seluruh penanganan COVID-19 ke instalasi pelayanan utama (Paviliun). Puluhan pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di ruang lama ikut dipindahkan.

Kasubag Hubungan Masyarakat (Humas) RSSA Dony Iryan Vebri Prasetyo mengatakan gedung paviliun resmi dijadikan sentra pelayanan terpadu COVID-19. Dengan begitu pelayanan akan terintergrasi mulai dari pelayanan IGD, rawat jalan, rawat inap, ICU, ruang operasi, pelayanan HD (cuci darah) dan pelayanan penunjang lain seperti MRI atau CT-scan.

"Selain memberikan yang terbaik bagi pasien COVID-19, langkah ini sebagai upaya RSSA memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien reguler non-COVID. Karena sudah terpusat dan 'terisolir' di gedung paviliun memiliki 4 lantai itu. Dan pasien non COVID-19 yang datang tidak perlu was-was akan bersinggungan langsung dengan kasus COVID-19," terang Dony saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2020).

Dony mengaku pemindahan pasien sudah dilakukan sejak kemarin, dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat. Ada sebanyak 28 pasien COVID-19 yang dipindahkan ke gedung paviliun. Mereka telah menjalani perawatan sebelumnya.

"Jumlah pasien 28, mereka sebelumnya menjalani rawat inap di ruang perawatan lama. Sekarang sudah dipindahkan ke paviliun," aku Dony.

Dalam kesempatan itu, Dony membantah jika kapasitas RSSA telah overload untuk penanganan COVID-19. Dengan tersedia paviliun sebagai pelayanan terpadu COVID-19, justru kapasitas tempat tidur yang tersedia berlipat ganda dari ruang pelayanan sebelumnya.

Dony mengatakan, ruang pelayanan lama hanya memiliki kapasitas 37 tempat tidur dan sudah ditempati sebanyak 28 pasien COVID-19 dari berbagai wilayah. Sedangkan, paviliun memiliki kapasitas tempat tidur hingga 88.

"Tidak benar itu (overload), yang pasti rerata memang 90 sampai 95 persen per hari untuk pemanfaatan bed-nya (tempat tidur). Dan sempat 100 persen, tapi hanya sehari. Sekarang paviliun memiliki 88 tempat tidur," katanya.

Dony menambahkan, sebagai salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Jawa Timur. RSSA menangani pasien COVID-19 dari beberapa daerah, selain Malang Raya. Jika dipersentase mengacu kumulatif data pasien yang ditangani sejak pandemi, untuk asal Malang Raya sebesar 57 persen dan 43 persen berasal dari luar daerah.

"Para pasien yang ditangani mayoritas rujukan dari rumah sakit. Untuk asal mereka berdasarkan data kumulatif sejak pandemi, dari Malang Raya 57 persen dan 43 persen dari luar Malang Raya," imbuh Dony.

Menyongsong new normal, lanjut Dony, rumah sakit milik Pemerintah Propinsi Jawa Timur ini juga telah menerapkan pelayanan new normal dengan protokol kesehatan ketat di setiap pelayanan. Sehingga pelayanan terhadap pasien-pasien rujukan harus segera kembali normal dalam situasi new normal.

"Untuk diketahui beberapa bulan terakhir ini ada penurunan jumlah pengunjung RSSA dengan rata-rata hanya 1/3 dari jumlah rata-rata y-on-y (year on year) tahun lalu," sambung Dony.

Tonton video 'Ampuhkah Kalung 'Antivirus' Eucalyptus untuk Tangkal COVID-19?':

(iwd/iwd)