Operasional Pelabuhan Niaga Prigi Trenggalek Molor Akibat Pandemi COVID-19

Adhar Muttaqien - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 08:17 WIB
pelabuhan niaga prigi trenggalek
Pelabuhan niaga Prigi Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Operasional Pelabuhan Niaga Prigi, Trenggalek molor akibat pandemi Corona. Pelabuhan ini rencananya akan disinggahi kapal pelayaran perintis di perairan selatan Jawa-NTB.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat melakukan kunjungan kerja di pesisir selatan Trenggalek mengatakan kondisi perekonomian di saat pandemi virus Corona berubah total. Sehingga sejumlah strategi pemanfaatan pelabuhan niaga yang sebelumnya sempat direncanakan ikut mengalami perubahan.

"Kalau sekarang yang belum siap itu yang mau menggunakannya atau muatannya (komoditas) karena memang situasinya pandemi, ekonomi ini kan berubah. Jadi kita harus merekonfigurasi lagi rencana-rencana ini dan ini yang sedang kita coba matangkan lagi," kata Emil, Sabtu (4/7/2020).

Emil memprediksi operasional pelabuhan niaga baru bisa terealisasi pada 2021 mendatang. Sedangkan saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan serangkaian persiapan dan koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya. Terutama menyangkut kesiapan komiditas yang akan diangkut menggunakan kapal perintis.

"Kami juga sekarang sedang membahas dengan dinas perhubungan dan juga dinas perdagangan, kira-kira komoditas apa yang memungkinkan diangkut. Ini sedang kami siapkan mulai dari sekarang," ujarnya.

Emil mengaku, sebelum masa pandemi pihaknya juga telah bertemu dengan Menteri Perdagangan untuk membahas terkait rencana pemanfaatan Pelabuhan Niaga Prigi. Dijelaskan operasional pelabuhan akan berjalan dengan baik jika didukung dengan kesiapan dari Trenggalek dan daerah sekitarnya.

"Komoditi yang mungkin diangkut ke sini (Trenggalek) apa saja, karena kalau kita lihat dari Cilacap itu ada semen ada aspal, kemudian kami dari NTB ada jagung. Nah bagaimana kemudian Prigi ini juga harus mencari potensi produk di kawasan Mataraman untuk bisa dipasarkan ke Cilacap atau ke Nusa tenggara Barat," ujarnya.

Wagub Emil menambahkan saat ini Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan terus mengawal rencana pengoperasian pelabuhan niaga tersebut. Pihaknya berharap para Bupati dan Walikota yang ada di sekitar Trenggalek juga ikut berperan, sehingga keberadaan pelabuhan niaga dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim yang terus mengawal kesiapan teknisnya, mudah-mudahan kreatifitas dari bupati di wilayah Mataraman sini untuk menjadikan ini jalur perdagangan alternatif. kemudian bisa menjawab potensi pemulihan ekonomi," ujarnya.

Disinggung terkait infrastruktur di sekitar pelabuhan, Emil memastikan telah dipersiapkan dengan baik oleh instansi yang menangani. Terakhir, pihak dinas perhubungan telah memasang sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP).

(iwd/iwd)