Ribuan Masker Dibagikan Tekan Sebaran COVID-19 di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 17:55 WIB
polresta malang
Polisi membagikan masker kepada warga (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Upaya menekan laju sebaran COVID-19 di Kota Malang terus dilakukan. Salah satunya dengan membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan sebagai alat pelindung diri.

Bagi-bagi masker gratis dilakukan Polresta Malang Kota. Untuk hari ini menyasar pengguna jalan yang melintas di simpang tiga Jalan Letjen Sutoyo, Kota Malang, Jumat (3/7/2020), sore.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menuturkan, pembagian masker meneruskan instruksi Presiden Joko Widodo bahwa dari hasil penelitian hampir 70 persen masyarakat Jawa Timur tidak mengenakan masker.

"Sehingga kemudian Bapak Kapolda Jawa Timur menginisiasi melakukan pembagian masker secara serentak. Beliau menyatakan ada dua juta masker kemarin. Dan kita hari ini, dari Polri, Polda dan juga dari jajaran Polres melakukan kegiatan yang sama yakni membagikan ribuan masker kepada masyarakat," terang Leonardus kepada wartawan ditemui di sela pembagian masker.

polresta malangFoto: Muhammad Aminudin

Leonardus mengatakan setidaknya seribu masker dibagikan dalam satu hari. Titik sasarannya, bukan hanya pengguna jalan, melainkan tempat-tempat keramaian serta pasar tradisional.

Menurut Leonardus, pembagian masker ini untuk mendorong terwujudnya Jatim Bermasker Jatim Sehat. Selain mengedukasi masyarakat bahwa melindungi diri dari sebaran COVID-19 adalah hal penting untuk dilakukan. Dan masker adalah bagian dari alat pelindung diri.

"Dari pantauan kami, memang masih banyak masyarakat tak menggunakan masker. Ada yang sudah menggunakan tetapi tidak dipakai secara sempurna. Padahal masker wajib dan penting untuk menjaga diri agar tidak tertular COVID-19," tutur Leonardus.

Leonardus menilai perlu juga diterapkan penegakkan disiplin terhadap masyarakat yang melanggar atau tak memakai masker. Entah sanksinya, berupa kerja sosial atau melakukan kegiatan-kegiatan olahraga.

"Sanksi sangat perlu agar masyarakat benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan, meskipun tidak berupa denda. Supaya ada pengingat, bahwa menggunakan masker hal penting untuk saat ini. Seperti dulu saat diterapkan wajib memakai helm, awalnya sulit tetapi dengan gencar sosialisasi pada akhirnya masyarakat mematuhi aturan itu," tegasnya.

Leonardus mengingatkan kembali bahwa Kota Malang masih dalam fase transisi new normal belum masuk pada new normal.

Maka dari itu, masih sangat wajib bagi masyarakat menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19. "Kita ini masih fase transisi, belum new normal," pungkas Leonardus.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Malang per 2 Juni 2020 tercatat jumlah OTG sebanyak 761 orang bertambah 27 dari hari sebelumnya. Sedangkan untuk warga terkonfirmasi COVID-19 telah mencapai 217 orang, bertambah 5 dari hari sebelumnya.

(iwd/iwd)