Pendonor Plasma Darah Konvalesen Eks Pasien COVID-19 Minim Peminat

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 17:45 WIB
Pendonor di PMI Surabaya
Pendonor di PMI Surabaya (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Belum ada obat atau vaksin yang diresmikan mengatasi COVID-19, ada metode lain yang bisa dilakukan. Yakni menggunakan plasma darah seseorang yang sudah sembuh dari virus Corona.

PMI Kota Surabaya mengaku telah menerima donor plasma darah konvalesen dari mantan pasien positif COVID-19. Jumlahnya masih tiga orang.

"Sudah, mantan pasien positif sudah ada yang donor (Plasma darah). Tapi baru tiga orang," kata Wakil Ketua PMI Surabaya Tri Susanto kepada detikcom, Jumat (3/7/2020).

Tri memaklumi sedikitnya jumlah pendonor dari mantan pasien positif Corona. Sebab kriteria yang diberikan kepada calon pendonor sangat ketat dan mahal.

"Kriterianya itu banyak sekali. Tapi yang pasti dia pernah jadi pasien positif dan sudah sembuh. Kemudian harus melalui tes swab sebanyak 2 kali dan hasilnya harus negatif," terangnya.

"Nah swab itu kan butuh biaya dan itu mahal dan butuh waktu. Swab pertama harus negatif kemudian nunggu 14 hari baru swab lagi," tambah Tri.

Selain kriteria itu harus dipenuhi, Tri menyebut calon pendonor tidak boleh berjenis kelamin perempuan. Karena daya tahan tubuh antara perempuan dan laki-laki punya perbedaan.

"Calon pendonor juga harus pria. Tidak boleh perempuan. Ya karena punya perbedaan daya tahan tubuh," jelas Tri.

Karena kendala kriteria-kriteria itulah, PMI Surabaya mengaku tidak menargetkan berapa pendonor dari mantan pasien positif Corona. Namun dia berharap tetap ada pendonor yang sudi menyumbangkan plasma darahnya.

"Ya kendalanya itu tadi. Jadi kami tidak menargetkan harus berapa kantong. Kan ini yang sakit dan butuh darah banyak. Tapi stoknya kalau gak ada mau gimana lagi," pungkasnya.

Untuk diketahui, plasma yang mengandung antibodi dari pasien yang pulih diberikan kepada pasien yang masih terinfeksi COVID-19. Antibodi yang terdapat pada pasien yang sembuh membantu pasien melawan penyakit atau mengurangi keparahan penyakit.

(fat/fat)