Tikus Bikin Gagal Panen, Petani Lamongan Rugi Jutaan Rupiah

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 14:45 WIB
sawah
Petani di Lamongan gagal panen akibat tikus (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Ratusan hektare tanaman padi di Lamongan rusak parah dan gagal panen akibat serangan hama tikus. Akibat gagal panen ini, para petani di Lamongan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Para petani di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung mengalami gagal panen pada musim tanam padi kedua di Lamongan tahun ini. Ratusan hektar tanaman padi ini mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus.

"Hama tikus yang menyerang padi ini merusak seluruh tanaman padi sejak 3 bulan terakhir," kata Sudar, salah seorang petani Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung kepada detikcom, Kamis (2/7/2020).

Sudar mengaku serangan hama tikus ini terjadi ketika petani baru masuk musim tanam. Tikus, kata Sudar, menyerang batang padi sehingga tumbuh tidak sempurna dan tidak bisa berbuah.

"Tanaman padi yang sebetulnya siap panen ini rusak akibat diserang hama tikus sejak mulai musim tanam hingga 3 bulan terakhir ketika kami mau panen," terang Sudar sambil menunjuk batang padi yang mulai mengering karena serangan hama tikus.

Menurut Sudar, para petani sudah berusaha maksimal untuk mengusir hama tikus ini. Namun, beragam upaya tersebut gagal dan tikus tetap merajalela. Sudar juga mengakui, akibat serangan hama tikus ini mereka merugi hingga jutaan rupiah.

"Ya jelas merugi. Kami sudah maksimal untuk memberantas hama tikus ini dengan berbagai cara tapi tetap gagal," aku Sudar.

Gagal panennya petani di Desa Bakalanpule ini diakui oleh Kepala Desa Bakalanpule Muhammad Zamroni. Zamroni menyebut, luas lahan pertanian di desanya sekitar 239 hektar dan yang terserang hama lebih dari separuh luas lahan. Hama tikus, kata Zamroni, tidak hanya menyerang padi tapi juga tanaman petani lainnya seperti kangkung.

"Luas lahan pertanian 239 hektar, luas yang kena serangan hama tikus 143 hektar," terang Zamroni.

Akibat serangan hama tikus ini, lanjut Zamroni, petani di desanya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Petani, imbuh Zamroni, berharap agar pemerintah serius membantu petani untuk memerangi hama tikus yang hampir tiap tahun terjadi ini.

(iwd/iwd)