Ketua DPRD Surabaya Sebut Risma Sujud ke IDI untuk Tanggung Kesalahan Warga

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 19:48 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sujud sambil menangis di hadapan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bahkan, Risma sampai dua kali sujud.
Saat Wali Kota Risma dibangunkan dari sujud/Foto file: Esti Widiyana

"Saya melihatnya itu sebagai bentuk permintaan maaf Bu Risma, bahwa dia sudah mencoba membantu, tapi kan tidak bisa masuk ke RSUD dr Soetomo karena bukan wewenangnya," ujar Adi.

Seperti diketahui, Risma sujud di depan para dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) saat audiensi pada Senin (29/6). Saat itu, Ketua Pinere RSUD dr Soetomo, dr Sudarsono menyampaikan bahwa rumah sakit overload karena masih banyak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Menanggapi hal itu, Risma mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa masuk ke rumah sakit milik Pemprov Jatim seperti RSU dr Soetomo karena persoalan wewenang. Bahkan Risma menyebut, bantuan APD dari pemkot untuk RSU Soetomo ditolak. Risma juga sempat menawarkan ruang isolasi yang masih kosong di RS Husada Utama yang difasilitasi Pemkot Surabaya.


Menurut Adi, penanganan COVID-19 di Surabaya sudah berjalan baik, meski dalam sejumlah sisi perlu ditingkatkan. Upaya test, tracing, dan treatment dilakukan dengan terintegrasi.

"Semakin banyak tes, semakin kita bongkar fenomena gunung es COVID-19, lalu diperkuat tracing-nya dan treatment-nya. Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Surabaya termasuk yang tertinggi. Hanya saja, itu tidak cukup. Semua harus kompak taat protokol, karena disiplin adalah vaksin terefektif dari COVID-19," pungkas Adi.

Halaman

(sun/bdh)