Pemkab Mojokerto Gagal Kucurkan Bansos Tunai Warga Terdampak Corona

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 12:32 WIB
Bupati Mojokerto Pungkasiadi
Bupati Mojokerto Pungkasiadi (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Rencana Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyalurkan bantuan sosial (bansos) tunai mulai Mei 2020, gagal direalisasikan. Penyaluran bansos tunai untuk warga terdampak wabah virus Corona itu rupanya terganjal masalah pendataan.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan, baru bansos tunai bersumber dari dana desa (BST DD) yang sudah dicairkan Mei lalu. BST DD tersebut menyentuh 27.979 keluarga penerima manfaat (KPM). Masing-masing KPM menerima Rp 600.000.

"Total penerima manfaat BST DD 27.979 KPM dengan total anggaran Rp 50.362.200.000. Kalau BST dari Pemkab Mojokerto belum disalurkan," kata Ardi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (3/6/2020).

Awal Mei lalu, Bupati Pungkasiadi berjanji akan menyalurkan BST bagi warga terdampak wabah virus Corona. Setiap KPM dijanjikan menerima Rp 600.000. Sama dengan BLT DD, bansos dari APBD Pemkab Mojokerto itu rencananya disalurkan 3 bulan, yakni Mei-Juli 2020.

Saat itu, Pungkasiadi menyebut 29.000 keluarga terdampak wabah COVID-19 yang tersebar di 299 desa dan 5 kelurahan, menjadi sasaran bansos tunai. Dia berjanji akan menanggung BST bagi keluarga yang belum menerima BST DD.

Ternyata dari jumlah itu, 27.979 KPM sudah menerima BST DD dari pemerintah desa masing-masing. Sedangkan 1.021 keluarga sampai hari ini tak kunjung mendapatkan BST dari Pemkab Mojokerto.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2