Ada Tiga Hal yang Membuat Anak Terpapar Rokok

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 17:50 WIB
ilustrasi rokok tembakau
Foto: thinkstock
Surabaya -

Jumlah perokok anak di Indonesia meningkat. Mereka mengakses rokok secara bebas dan terbuka. Seharusnya rokok dapat dikendalikan agar tidak menyasar anak-anak.

Direktur Eksekutif Arek Lintang (Alit) di Surabaya, Yuliati Umrah mengatakan, salah satu faktor pendorong anak dan remaja ialah rokok murah yang dijual dengan harga di bawah banderol di pasaran. Sehingga mempermudah anak untuk menjangkaunya.

Sebagai lembaga yang fokus terhadap perlindungan anak, Alit menilai terdapat tiga hal yang membuat anak-anak terpapar rokok. Yaitu harga yang murah, ketersediaan produk, serta tingkat edukasi yang rendah.

Berdasarkan data nasional, jumlah perokok usia muda (10-18 tahun) di Indonesia mencapai 7,8 juta anak, atau 9,1 persen. Jumlah itu diprediksi terus bertambah menjadi 15,8 juta anak atau 15,91 persen pada 2030.

"Alasan anak dan remaja memulai merokok, di antaranya sekedar coba-coba lalu ketagihan, terbiasa melihat anggota keluarga merokok, diajak teman, ingin dianggap seperti orang dewasa, menganggap merokok adalah kegiatan yang keren, tidak ada yang menegur, kurangnya edukasi terhadap bahaya rokok, dan masih terjangkaunya harga rokok leh anak-anak," kata Yuliati, Selasa (2/6/2020).

Yuliati menjelaskan, harga rokok yang murah dan ketersediaan produk. Misalnya, menimbulkan akibat pelanggaran terhadap berbagai aturan dan kaidah distribusi, konsumsi, dan pengaturan harga pasar.

"Proses tersebut semakin diperparah dengan tingkat edukasi terhadap masyarakat yang belum konsisten," ujarnya.

Selama ini, Yuliati menyoroti pemerintah yang menaikkan cukai untuk mengendalikan konsumsi rokok. Keberadaan cukai akan tertuju pada harga minimum di kemasan rokok.

Selanjutnya
Halaman
1 2