127 Anak dan Balita di Surabaya Terpapar COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 17:49 WIB
Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita
Febria Rachmanita ((Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Saat masa pandemi virus Corona penyakit bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia, termasuk balita dan anak-anak. Di Surabaya sudah ada lebih dari 100 anak terpapar Corona.

Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Febria Rachmanita. Dia mengatakan, setidaknya kasus pada anak terjadi pada usia 0 hingga 14 tahun.

"Usia 0-4 tahun ada 36 kasus, 5-14 tahun ada 91 kasus. Data sementara total ada 127 kasus (anak yang terpapar Corona)," kata Feny sapaan akrabnya di Balai Kota Surabaya, Senin (1/6/2020).

Feny mengatakan, 127 anak yang terpapar virus Corona ini ada yang dirawat di rumah, rumah sakit dan Asrama Haji. Namun yang ada di rumah sakit jumlahnya tidak banyak.

Sedangkan untuk penanganannya, ditangani oleh dokter spesialis anak. Jika dirawat di rumah sakit akan dipisahkan ruangannya dari pasien dewasa.

"Kalau anak-anak ditangani oleh dokter spesialis anak. Dirawat di ruang anak," ujarnya.

Update Corona di RI 1 Juni: 26.940 Positif, 7.637 Sembuh:

Sedangkan jika melajukan isolasi mandiri di rumah akan dipantau oleh puskesmas setempat. Tapi tetap berdasarkan dari konsultasi dokter spesialis anak.

"Jadi, tetap terapi diberikan. Mereka nggak mungkin lepas dari orang tuanya, orang tuanya pasti yang ikut merawat," jelasnya.

Penyebab tertularnya anak, Feny mengatakan bisa terpapar oleh orang tuanya. Jika di Surabaya kebanyakan terpapar oleh orang tua.

Dia menjelaskan, jika orang tua positif Corona tetap harus menerapkan protokol kesehatan saat isolasi di rumah. Setiap akan memegang anak atau bayinya harus cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu.

"Sebelum dia pegang bayi atau anak harus pakai hand sanitizer kalau dua positif anak negatif. Setiap memegang bayi harus cuci tangan, pakai hand sanitizer," urainya.

"Kalau anak positif, ibu negatif, orang tua harus pertahankan imun. Ibunya imunnya harus kuat," pungkasnya.

(fat/fat)