Meski Terus Ditambah, Bed Pasien COVID-19 di RSU Soetomo Selalu Penuh

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 11:15 WIB
Ketua Rumpun Penanganan COVID-19 di Jatim dr Joni Wahyuadi
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Bed untuk pasien COVID-19 di RSU dr Soetomo Surabaya terus ditambah. Kendati demikian, bed ini selalu dipenuhi pasien karena jumlah penderita Corona di Jatim terus bertambah.

Direktur RSU dr Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuadi mengatakan ada total 153 bed. Kapasitas bed ini meningkat dari yang awalnya hanya 44.

"Dulu kita cuma punya sekitar 44 tempat tidur. Sekarang kita sudah 153 lebih dalam waktu 2 bulan. Ini pun selalu penuh," kata Joni saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (29/5/2020).

Joni yang juga menjabat Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim mengatakan hampir setiap hari pihaknya menambah 10 bed. Hal ini karena banyaknya pasien yang masuk, namun berbanding terbalik dengan kapasitas di RS.

"Pasien yang menderita COVID-19 yang emergency makin lama makin naik dan naik. Rata-rata sehari kita harus menambah 10 bed. Ini memberikan advice pada kita semua bahwa COVID-19 ini tidak main-main. Kami harus melakukan reassessment ruangan-ruangan, merenovasi ruangan yang dipergunakan untuk pasien COVID-19," papar Joni.

Tak hanya itu, Joni mengatakan banyak pasien di RSU dr Soetomo Surabaya yang mengalami gejala klinis cukup berat dan membutuhkan ruangan intensif.

"Khususnya yang di 14 itu ruangan yang sangat intensif kemudian ada 32 itu ruang intensif perawatan COVID-19. Yang lain untuk yang moderat, karena untuk pasien ringan kita sediakan di RS Darurat. Yang ringan tidak perlu ke Soetomo atau Soetomo merefer ke RS Darurat. Tapi kalau memberat ya kembali ke Soetomo," lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Joni berpesan kepada masyarakat untuk membantu para tenaga kesehatan. Salah satu caranya dengan tetap disiplin menerapkan protokol pencegahan COVID-19.

"Langkah ini sampai kapanpun tidak akan pernah bisa mencukupi jika di hulunya tetap mengalir deras. Saya ndak tahu kalau di hulunya mengalir deras itu jadi berapa, apa nanti 1.400 bed (di RSU dr Soetomo Surabaya) itu pasien COVID-19 semua. Nanti akan berbahaya pada tenaga kesehatannya, karena kita tidak akan pernah mampu tenaga kesehatannya untuk merawat sebegitu banyak," pungkas Joni.

(hil/fat)