Diminati Ribuan Pembeli, Transaksi Lumbung Pangan Jatim Capai Rp 1,96 Miliar

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 02:50 WIB
Lumbung Pangan Jatim Capai Rp 1,96 Miliar
Foto: Istimewa
Surabaya -

Program Lumbung Pangan Jatim gagasan Gubernur Khofifah Indar Parawansa diminati masyarakat. Sejak diluncurkan 21 April lalu, data transaksi penjualan per Minggu (3/5) telah mencapai angka Rp 1,96 miliar.

Total transaksi ini dari akumulasi transaksi melalui tiga metode penjualan. Yaitu penjualan melalui outlet di Jatim Expo, penjualan online gratis ongkir di website http://www.lumbungpanganjatim.com, dan penjualan dengan cara pre-order drive-thru melalui aplikasi Meeber.

Dari data penyelenggara Lumbung Pangan Jatim, lima komoditas pangan yang paling diburu masyarakat adalah gula, beras, minyak goreng, telur, bawang putih. Sedangkan mie instant, kecap, hingga produk frozen seperti ayam, ikan, dan buah beku juga tak kalah diminati.

Bahkan, untuk komoditas gula, nilai transaksinya mencapai Rp 601 juta, dengan rata-rata penjualan mencapai 4 sampai 8 ton per harinya. Namun khusus komoditas gula ini, dibatasi per orang maksimal dua pack gula dengan harga Rp 12.500 per kilogram.

"Per Minggu (3/5), nilai transaksi Lumbung Pangan Jatim sudah tembus Rp 1,96 miliar. Program ini akan berlangsung hingga bulan Juli. Masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, dan juga sedang dalam proses Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), physical distancing bisa memanfaatkan belanja online lewat website yang ada fasilitas free ongkir sampai jarak 20 kilometer," kata Khofifah di Surabaya, Selasa (4/5/2020).

Dengan layanan belanja online melalui website, Pemprov Jatim menggandeng para driver ojek online, Gojek untuk membantu pengiriman barang sampai ke pembeli. Pembeli yang ingin mendapat free ongkir, bisa memesan melalui website.

Seluruh komoditas di Lumbung Pangan Jatim ini dijual di bawah harga pasar. Tentunya, hal ini akan membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat.

"Peminat belanja online free ongkir ini ternyata cukup banyak, dari catatan kami, dalam sehari yang belanja online rata-rata sampai 389 orang sehari dan semuanya diantar oleh driver ojek online dan PT. Pos Indonesia. Satu orang driver ojek online bahkan bisa mengantar tiga sampai empat bahkan beberapa ada yang mendapat sampai tujuh pengiriman belanjaan," tambah Khofifah.

Sedangkan untuk pembelanjaan offline melalui outlet Jatim Expo, Khofifah menyebut masyarakat tetap dipantau ketat untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Setiap waktunya, hanya 50 orang yang diperbolehkan masuk secara bersamaan ke dalam gedung penjualan. Sebelum masuk, mereka juga dicek suhu tubuh, diwajibkan menggunakan masker dan wajib menerapkan physical distancing.

Sedangkan jumlah pengunjung offline di JX telag mencapai 15.304 orang sejak awal dibuka hingga data terakhir sampai Minggu (3/5) dengan rata rata pengunjung sekitar 1.177 orang per harinya.

Rata-rata mereka yang belanja online maupun yang belanja secara langsung di outlet Jatim Expo memiliki transaksi pembelanjaan antara Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu. Ini menunjukkan program Lumbung Pangan Jatim tepat sasaran, karena mereka yang membeli lebih banyak adalah orang yang membeli sesuai kebutuhan, bukan untuk menimbun.

"Dalam waktu dekat, kami juga akan menyiapkan program cash on delivery (COD) kerjasama dengan PT POS. Hal ini untuk memperluas layanan kepada masyarakat yang tidak harus keluar rumah untuk belanja kebutuhan pokok. Saat ini juga sedang dimatangkan
Lumbung Pangan Jatim di kawasan Malang Raya. Kini tempat dan teknisnya sedang kami siapkan. Karena program ini akan berjalan tidak sebentar dan stok logistiknya cukup, maka kami kembali mengingatkan pada masyarakat untuk belanja secukupnya tanpa ada panic buying," pungkas Khofifah.

(hil/fat)