Malaysia Ingin Santri Temboro Pulang, Pemprov Jatim Cari Jalan Keluar

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Jumat, 24 Apr 2020 21:37 WIB
Direktur Jenderal Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah menyebutkan klaster baru penularan virus Corona. Klaster itu melibatkan 43 mahasiswa Malaysia yang baru pulang dari Temboro, Magetan.
Pemulangan santri Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan beberapa waktu lalu/Foto file: Sugeng Harianto

"Kami sampaikan bahwa kita sudah memeriksa sebanyak 118 santri asal Malaysia di mana kemudian ada 14 yang rapid test-nya itu reaktif. Yang 104-nya nonreaktif. Mereka berkeinginan 104 yang nonreaktif itu bisa dievakuasi. Padahal jumlah yang 104 itu kan bukan berarti tidak ada COVID-19. Karena kita masih perlu untuk mengobservasi selama 14 Hari," papar Kohar.

Hingga kini, Kohar mengaku belum menemukan solusi bagaimana memulangkan 104 santri tersebut. Kohar tak ingin 104 yang terkonfirmasi nonreaktif rapid test ternyata bisa menularkan.


"Sebenarnya kita sudah mengadakan berbagai opsi. Tapi besok kita akan mematangkan opsi secara detil. Rencananya, yang rapid test positif sudah kita lakukan swab nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Kalau positif akan kita amankan dulu dan kalau dibawa takutnya ada penularan," papar Kohar.

"Besok detailnya akan kita bahas lebih jauh agar membawanya dari Temboro sampai ke Bandara sampai terbang ke KL (Kuala Lumpur) itu harus dengan prosedur yang seksama, supaya penularannya menjadi sangat minim. Upaya itu menyangkut bagaimana nanti dan bagaimana masalah keimigrasian dan bagaimana masalah karantina kesehatan. Kita pastikan betul evakuasi ini tidak memberikan resiko penularan di sepanjang perjalanan," pungkasnya.


(sun/bdh)