Beralih Bikin Masker, Cara Pelaku UKM Blitar Survive Saat Pandemi COVID-19

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 12:30 WIB
maske buatan ukm blitar
Pelaku UKM di Blitar beralih membuat masker di tengah pandemi corona (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Sebanyak 33 pelaku UKM di Kabupaten Blitar banting stir memproduksi masker kain. Karena dengan cara inilah mereka mampu bertahan agar roda ekonomi dan kehidupan tetap berjalan.

Satu di antara mereka adalah Chatarina, owner destinasi kuliner Blendi Blitar. Warga Desa Bangle Kecamatan Kanigoro ini mulai menjahit masker sekitar satu bulan yang lalu.

Saat itu dia harus berpikir bagaimana modal tetap berputar karena restoran makanan khas Blitar miliknya harus tutup tanpa batas waktu yang pasti. Dan ada lima order kuliner dibatalkan ketika virus Corona mewabah.

"Bukan mencari keuntungan di tengah wabah ya. Tapi mencari celah, bagaimana tetap survive, modal usaha saya tetap bisa berputar. Karena saya jelas tidak bisa merumahkan karyawan yang bergantung penghasilan dari kerja di sini," ujar Chatarina ketika memutuskan membuat masker kain, Rabu (8/4/2020).

Berbekal ilmu menjahit yang pernah dipelajarinya, Chatarina kemudian memaksimalkan sarana dan tenaga yang ada. Beberapa sampel masker kain yang dibuat, banyak diminati oleh OPD di kota maupun Kabupaten Blitar, PMI dan beberapa partai politik.

"Kalau dari bisnis kuliner omzet per bulan sekitar Rp 50 juta. Dari bikin masker ini sudah ada sekitar 3.000 pesanan dengan harga per dosin (lusin) antara Rp 60-70 ribu," ungkapnya.

Hal sama juga dilakukan Dewi Mawadanti. Warga Desa Sukorejo Kecamatan Sutojayan ini biasanya membuat handy craft atau goody bag untuk instansi pemerintah dan BUMN. Namun sejak Presiden Jokowi menetapkan status darurat Corona, beberapa pesanan langsung dibatalkan. Padahal Dewi telah menyiapkan bahan.

"Karena saya melihat sekeliling saya banyak yang butuh masker, akhirnya dari bahan yang ada dan sisa-sisa perca itu saya jahit jadi masker. 1.000 masker saya bagikan gratis dan dari situ justru berdatangan banyak pesanan masker kain," kata Dewi.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar Ulfie Zulfiqar Zuqsas mengatakan jika para UKM binaan dinas nya tersebut beralih usaha karena dampak COVID-19. Pihaknya mendorong agar pelaku UKM tetap survive dengan menangkap peluang usaha yang ada.

Masker kain buatan UKM blitarMasker kain buatan UKM Blitar (Foto: Erliana Riady)

"Karena hasil produk asli atau usaha mereka tidak bisa terjual, maka kami dorong dengan adanya peluang usaha masker. Apalagi sekarang semua orang yang keluar wajib pakai masker. Bupati Blitar juga wajibkan semua ASN membeli masker kain produk UKM binaan kami," ungkap Ulfie.

Ulfie mengatakan dari 2.000 UKM yang dibina, yang beralih memproduksi masker ada sekitar 33 UKM. Jumlah ini tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Blitar. Karena pesanan semakin banyak, diperkirakan jumlah pelaku UKM yang memproduksi masker juga akan bertambah.

"Karena ada imbauan dari pemerintah, semua yang keluar wajib menggunakan masker, kemungkinan pesanan akan bertambah banyak. Untuk memudahkan pembeli, langsung kami cantumkan nomor kontak UKM agar bisa langsung bertransaksi," pungkas Ulfie.

(iwd/iwd)