Dua Pasar Hewan di Situbondo Ditutup Sementara Gegara Wabah Corona

Ghazali Dasuqi - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 10:15 WIB
Dua Pasar Hewan di Situbondo Ditutup Sementara Gegara Wabah Corona
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo -

Gegara Corona, dua pasar hewan di Situbondo ditutup sementara. Masing-masing, Pasar Kamisan yang berlokasi di Desa Kertosari Kecamatan Asembagus, serta Pasar Seninan di Desa Kalimas Kecamatan Besuki. Penutupan dua pasar hewan itu atas permintaan masyarakat sekitar untuk mencegah penyebaran covid-19.

Mengingat, transaksi di pasaran hewan tersebut biasanya melibatkan orang-orang dari berbagai daerah luar Situbondo. Termasuk dari Surabaya, Gresik, dan sejumlah daerah lain.

"Berdasarkan informasi dari muspika setempat, ada masyarakat sekitar yang keberatan. Sebagai pengelola, kami tidak ingin ada friksi dengan masyarakat. Akhirnya dua pasar itu kami tutup sementara," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Situbondo, drh Hasanuddin Riwansia kepada detikcom, Kamis (2/4/2020).

Terkait dengan tutupnya pasar hewan tersebut, praktis transaksi ribuan ekor ternak di dua pasar hewan itu setiap minggunya akan hilang. Khususnya ternak sapi. Sebab, sekali perputaran pasar ada sekitar 900 sampai 1.100 ekor ternak yang ditransaksi di dua pasar itu. Masing-masing, Pasar Kamisan antara 200 hingga 300 ekor ternak, sementara Pasar Seninan 700 - 800 ekor ternak.


"Kalau bicara PAD rertibusi tentu yang hilang. Angka pastinya kami belum hitung dan koordinasi dengan petugas pasar. Tapi ini tidak seberapa dibanding dengan hilangnya perputaran ekonomi masyarakat yang terjadi di pasar hewan," tandas pria yang akrab disapa drh Udin itu.

Selain dua pasar tersebut, masih ada satu pasar hewan lagi di Situbondo. Yakni, pasar hewan Sabtuan yang lokasinya berada di Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan. Sejauh ini, pihak DPKH masih menunggu aspirasi masyarakat sekitar. Meskipun, sejauh ini sudah ada suara dari muspika setempat untuk juga menghentikan sementara aktivitas pasar.

"Tapi sejauh ini saya belum terima permintaan itu. Satu sisi, masyarakat sekitar yang menggantungkan ekonominya di pasar hewan menginginkan pasar tetap jalan," paparnya.

Menurut drh Udin, selama pasar masih beraktivitas seperti biasa pihaknya akan mencukupi kebutuhan protap kesehatan di lokasi pasar. Mulai dari penyediaan disinfektan, sabun dan tempat cuci tangan, dan sebagainya. Selain itu, pihaknya juga akan memperbanyak banner himbauan, agar masyarakat patuh terhadap protap kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

"Sebenarnya tidak sulit asal masyarakat patuh dan disiplin terhadap prosedur atau SOP kesehatan itu. Termasuk untuk sosial distancing, rajin cuci tangan menggunakan sabun, dan sebagainya. Makanya, kita akan cukupi kebutuhan itu dan memperbanyak banner himbauan di pasar," pungkas drh Udin.

(fat/fat)