Indahnya Kebersamaan Antarumat Beragama di Kota Blitar Lawan Corona

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 29 Mar 2020 14:37 WIB
Sekitar 50 anggota Pemuda Ansor dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Kota Blitar berkeliling ke beberapa tempat ibadah. Tak hanya masjid dan musala, mereka juga menyemprotkan disinfektan di gereja, vihara dan klenteng yang ada.
Penyemprotan disinfektan di gereja//Foto: Erliana Riady
Blitar -

Sekitar 50 anggota Pemuda Ansor dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Kota Blitar berkeliling ke beberapa tempat ibadah. Tak hanya masjid dan musala, mereka juga menyemprotkan disinfektan di gereja, vihara dan klenteng yang ada.

Ketua Ansor Kota Blitar Hartono mengatakan, kegiatan ini sudah mereka mulai sejak Rabu (25/3) sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Hingga saat itu sebanyak
70 masjid dan mushola di 4 kecamatan telah disemprot disinfektan. Hari ini penyemprotan di gereja yang tengah meniadakan sembahyang misa.

"Hari ini kami lanjutkan melakukan penyemprotan rencananya 30 lokasi. Salah satunya di Gereja Santa Maria dan Gereja Santo Yusuf pas kebetulan tidak ada jemaat. Ini kami lakukan demi memberikan rasa aman, baik Muslim maupun nonmuslim. Semoga saja wabah ini segera berakhir," kata Hartono, Minggu (29/3/2020).


Ia menambahkan, kegiatan ini serentak mereka lakukan sesuai instruksi Ansor Pusat. Menurut Hartono, apa yang mereka lakukan merupakan tanggung jawab bersama. Tanpa memandang sekat, agama atau suku bangsa. Karena memutus rantai penyebaran corona tidak bisa dilakukan dari masjid saja. Namun semua tempat ibadah yang menjadi lokasi berkumpulnya massa.

Penyemprotan disinfektan akan kontinyu mereka lakukan, selama Kota Blitar belum clear dari wabah virus corona. Dengan pendanaan dari internal Ansor dan donasi dari Lazizmu, Pemuda Ansor menerima permintaan bantuan warga yang membutuhkan.

Seperti tampak seorang anggota Ansor menyemprot seluruh sudut ruangan di Gereja Santo Yusuf. Kebetulan gereja di Jalan Diponegoro ini sejak pekan lalu telah meniadakan misa. Gereja Katolik ini meniadakan misa sejak tanggal 20 Maret sampai 30 April 2020 mendatang.

Romo Paroki Gereja Santo Yusuf, Antonius Iwan Setiabudi menyatakan, pihaknya menyambut baik tawaran Pemuda Ansor untuk menyemprot disinfentan pagi ini. Romo Iwan menilai, pandemi corona masih bisa dilihat sisi positifnya. Sekarang umat saling bekerja sama, bergotong royong melawan virus corona.


Semua dilakukan tidak memandang apa itu agama. Tetapi semua berperan penting untuk menjaga kesehatan diri. Karena dengan menjaga kesehatan diri sendiri, berarti menjaga dan peduli dengan kesehatan orang lain.

"Dan inilah bentuk kerja sama itu. Pemuda Banser Ansor baru menyemprot disinfektan gereja ini. Mereka bukan katolik. Tapi mereka peduli kepada gereja dan masyarakat lain pada umumnya," pungkasnya.

(sun/bdh)