Viral Pembubaran Hajatan Nikahan di Mojokerto Tuai Pro dan Kontra

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 11:33 WIB
Viral Hajatan Nikahan di Mojokerto Dibubarkan Khawatir Corona
Kades dan kapolsek datangi tempat hajatan (Foto file: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Video pembubaran hajatan nikahan di Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto menjadi viral di medsos. Video ini menuai pro dan kontra dari para netizen.

Video viral ini diunggah akun Akhmad Fathoni Assookoi pada Rabu (25/3) pukul 20.12 WIB. Sampai pagi ini, video berdurasi 2 menit 9 detik itu sudah disukai 1.481 kali serta menuai 346 komentar dari warganet. Pembubaran hajatan itu terjadi di Desa Mojokarang pada Rabu (25/3) malam.

Dalam video ini, Kepala Desa Mojokarang bersama Kapolsek Dlanggu AKP Airlangga Pharmady dan 3 polisi berseragam membubarkan hajatan saat ramai tamu undangan. Hajatan nikahan ini dibubarkan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Video viral ini menuai pro dan kontra di kalangan warganet. Banyak di antara netizen yang kasihan dengan penyelenggara hajatan karena terlanjur menyiapkan tenda, dekorasi dan makanan. Ada juga yang menyayangkan sikap Pemerintah Desa Mojokarang tidak melakukan pelarangan sebelum hajatan digelar.

"Undangan wes kesebar, jajan pangan wes siap terop salon Dekor wes Dp. Polisine penak enteng nek ngomong mbubarno (undangan sudah disebar, kue makanan sudah siap tenda sound system dekorasi sudah di-DP. Polisinya enak enteng kalau bilang membubarkan)," tulis akun Sahwan seperti dikutip detikcom, Kamis (26/3/2020).

Hajatan di Mojokerto didatangi kades dan kapolsek/Hajatan di Mojokerto didatangi kades dan kapolsek/ Foto: Enggran Eko Budianto

"Harusnya dr pihak kelurahan melakukan himbauan sblm hari H, krn pastinya dikelurahan sdh mengetahui dr awal kl maw ada acara resepsi. Kasihan yg punya hajat jg sdh keluarkan banyak uang," pendapat akun Nur Cahaya.

Banyak pula netizen yang mendukung pembubaran hajatan nikahan tersebut. Warganet menyarankan agar masyarakat menunda acara hajatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Iya nih yg punya gawe mnding d undurrr, ojk ngeyel2 iki lek knek g ng 1,2 wong ae tp isok2 kbeh , ojok ndablek (jangan ngeyel-ngeyel, ini kalau kena tidak ke 1, 2 orang saja, bisa semuanya, jangan nakal)," ujar akun Siska Minos.

"Sing duwe gawe ojo nelongso iki memang lagi rawan jadi harap maklum (yang punya hajatan jangan nelangsa ini memang sedang rawan jadi harap maklum," komentar akun Siti Aminah.

Kapolsek Dlanggu AKP Airlangga membenarkan pembubaran hajatan itu dilakukan di Desa Mojokarang kemarin malam. Namun, dia menampik melakukan pembubaran hajatan nikahan tersebut.

"Bukan dibubarkan, tapi diimbau oleh Pak Kades dan warga mau membubarkan diri dengan sukarela," tandasnya.

Cegah Corona, Polisi Bubarkan Resepsi Pernikahan Warga di Gorontalo:

(fat/fat)