Round-Up

Saat Gisel dan Tyas Mirasih Ngaku Rugi Waktu Gegara Kasus Carding

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 07:53 WIB
Gisel dan Tyas Mirasih Penuhi Panggilan Polda Jatim
Gisel dan Tyas Mirasih di Mapolda Jatim (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Gisella Anastasia dan Tyas Mirasih diperiksa sebagai saksi kasus carding di Gedung Direskrimsus Polda Jatim. Mereka diperiksa selama 6 jam.

Gisel dan Tyas keluar ruangan sekitar pukul 16.25 WIB. Saat keluar, keduanya didampingi masing-masing kuasa hukum dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Gisel dan Tyas mengaku menerima banyak pertanyaan dari penyidik. Yakni sekitar 30 pertanyaan. "Berapa ya, kurang lebih 30 pertanyaan masing-masing," kata Gisel kepada wartawan, Jumat (6/3/2020).

Soal endorse yang menyeretkan dalam kasus carding, keduanya mengaku di-endorse sejak tahun kemarin. Tyas hanya satu kali menerima endorse. Sedangkan Gisel mengaku menerima dua kali tawaran.


"Sama tahun lalu. Kalau Kak Tyas bulan Desember. Kalau aku di bulan Mei 28, sama 11. Aku dua," ujar Gisel.

Sedangkan untuk imbalan endorse, keduanya kompak menjawab tidak mendapatkan uang tunai. Namun hanya voucher hotel untuk menginap.

Menurut Gisel, baik dirinya maupun Tyas sebelumnya mengaku tidak mengenal para tersangka yang menawarkan endorse. Namun, keduanya ditawari endorse oleh tersangka melalui media sosial.

Gisel dan Tyas mengambil pelajaran dari kasus carding yang saat ini menyeretnya. Mereka mengaku akan lebih hati-hati dalam menerima endorse. Sebab, meski tidak dirugikan secara materi, namun waktu dan namanya merasa dirugikan.

"Dirugikan materi nggak ada. Tapi lebih ke waktu dan nama yang beredar di sana. Apalagi penulisan zaman sekarang yang unik-unik. Lumayan merasa dirugikan karena orang merasa salah paham dari awal kalau nggak buka beritanya," tambah Gisel.

Menurut Gisel, selama ini ia telah berhati-hati dalam menerima endorse. Ia sudah selektif menerima tawaran endorse. Terutama produk-produk kecantikan. Namun kali ini ia telah salah menerima endorse yang lain.

"Kalau kemarin kita hati-hati untuk produk-produk kecantikan. Nggak aware ternyata ada tindak kriminal. Maksudnya ada penyalahgunaannya dalam bidang jasa. Kali ini menjadi pelajaran bagi kita," tuturnya.

Senada dengan Gisel, Tyas juga mengaku tidak dirugikan secara materi. Namun kerugian yang ia rasakan lebih ke waktu juga.


"Dirugikan sih nggak. Tapi satu, secara waktu. Materi nggak ada," pungkas Tyas.

Sebelumnya, polisi mendalami kasus pembobolan kartu kredit atau carding. Dalam kasus ini, polisi menyebut sejumlah artis yang terlibat bisa dijadikan tersangka jika memenuhi unsur pidananya.

Kasus ini bermula dari akun instagram @tiketkekinian yang menawarkan promo tiket pesawat dan hotel. Namun, tiket-tiket tersebut didapatkan dengan melakukan pembelian melalui pembobolan kartu kredit orang lain atau carding.

Carding merupakan sebuah ungkapan terkait aktivitas berbelanja online dengan cara pembayaran transaksi dengan menggunakan kartu kredit orang lain, yang dalam hal ini adalah kartu kredit curian. Artinya, para pelaku carding mencuri nomor-nomor kartu kredit dan tanggal expired datenya yang biasanya didapat dari hasil chatting dan lain-lain.

(sun/fat)