Round-up

Tentang Mitos Kediri Wingit untuk Presiden dan SBY Melipir Saat ke Sana

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 08:44 WIB
Seskab Pramono Anung mengaku telah melarang Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kediri. Benarkah Kediri wingit atau angker untuk didatangi presiden?
Budayawan Kediri, Imam Mubarok/Foto fie: Andhika Dwi
Surabaya -

Mitos Kediri wingit atau angker bagi presiden tengah jadi perbincangan. Menurut seorang budayawan, Presiden keenam Susilo Bambang Yoedhoyono (SBY) hanya melipir saat ke Kediri.

Seskab Pramono Anung mengaku telah menyarankan Presiden Joko Widodo tak berkunjung ke Kediri. Benarkah Kediri wingit atau angker untuk didatangi presiden?

Menurut budayawan sekaligus pendiri Kediri Photograph Museum, Imam Mubarok, pernyataan Pramono baiknya dilihat dasarnya terlebih dahulu. Sebab jika berdasarkan sejarah dan kutukan, apa yang disampaikan sang seskab ada benarnya.


"Kutukan Kartikea Singha, suami Ratu Shima yang juga penguasa Kerajaan Kalingga Utara (pra-Mataram Hindu abad keenam) di Keling Kepung, Kabupaten Kediri. Kartikea Singha, suami Ratu Shima berkuasa di Kalingga Selatan di Keling Kepung Kediri saat itu. Kutukannya cukup jelas, siapa kepala negara yang tidak suci, benar masuk wilayah Kota Kediri maka dia akan jatuh," kata budayawan yang akrab disapa Gus Barok, Senin (17/2/2020).

"Namun kembali lagi bagaimana individu tersebut beriman dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seperti pada Agama Islam hal ini bergantung kepada keyakinan. Sesuai dengan rukun iman yang keenam yakni iman terhadap Qodo dan Qodar Allah (takdir baik dan buruk)," paparnya.

Terlepas dari itu, Gus Barok menyayangkan jika presiden tidak berani datang ke Kediri hanya karena termakan mitos tersebut. Menurutnya, Kediri sejak dahulu merupakan kota yang aman, nyaman dan kondusif untuk didatangi dan berinvestasi. Ia mengajak menyerahkan segalanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3