Bocah SD Tewas Dibunuh di Bawah Jembatan, Ini Cerita Sedih sang Nenek

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 01 Feb 2020 10:45 WIB
pembunuhan di mojokerto
Miskah menunjukkan foto cucunya Dio yang kini telah tiada (Foto: Enggran Eko Budianto)

Di mata Miskah, Dio merupakan bocah yang cekatan, ceria dan taat. Cucu pertamanya itu juga tidak pernah bertengkar dengan teman sepermainannya. Rata-rata usia teman-temannya lebih muda sekitar 2 tahun.

"Seharusnya Dio kelas 6, tapi tidak naik kelas dua tahun. Sekarang kelas empat di SDN Ketemasdungus," terangnya.

Jenazah Dio telah dimakamkan oleh keluarganya pada Jumat (31/1) dini hari. Itu setelah jenazahnya diautopsi di RS Bhayangkara Surabaya pada Kamis (30/1). Miskah berharap pelaku yang tega menghabisi nyawa cucunya itu segera diringkus polisi.

"Semoga segera ditangkap, kami tidak terima karena Dio tidak salah apa-apa," tandasnya.

Dio ditemukan tewas oleh pengguna jalan pada Kamis (30/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban tengkurap di dasar sungai yang sedang dangkal. Separuh kepala bocah kelas IV SDN Ketemasdungus ini menancap di lumpur.

Tubuh bocah yang usianya belum genap 13 tahun itu ditemukan sekitar 5 meter di bawah jembatan Desa/Kecamatan Kemlagi. Jembatan ini berada di jalan tengah hutan yang menghubungkan Mojokerto dengan Lamongan.

Saat ditemukan, jasad Dio sudah kaku. Korban masih memakai baju koko warna gelap dan celana pendek motif polkadot warna abu-abu gelap. Polisi menyatakan Dio diduga kuat menjadi korban pembunuhan. Pasalnya, terdapat sejumlah luka di kepala belakang dan wajah korban.


(iwd/iwd)