Menyimak Perjuangan 'Pahlawan' Ekonomi Bagi Nelayan di Pulau Bawean

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 07:07 WIB
Saat Bripka Popong Yulianto dan nelayan menangkap ikan/Foto: Istimewa

"Hati saya merasa plong, hingga orang itu menjelaskan secara teknis," sambung polisi yang lama menjadi anggota Intelkam Polres Gresik itu.

Akhirnya, ia mendapat nomer telepon salah satu eksportir di luar negeri. "Untungnya saya sedikit bisa Bahasa Inggris, walau tidak sempurna. Selanjutnya, terjadilah transaksi pengiriman awalnya dalam jumlah kecil," kata ayah Witqih Dunam Aurapofah dan Witqih Maydude Rapofah itu.

Di situlah awal ia memberikan pengertian kepada seluruh nelayan di Bawean. Ikan kerapu bisa mahal jika dijual dalam kondisi masih hidup.

"Kami menggandeng instansi terkait untuk memberikan penyuluhan kepada nelayan. Tata cara menangkap ikan kerapu dengan benar tanpa menggunakan alat dan tidak merusak terumbu karang maupun membunuh habitat laut lainya," lanjutnya.


Dari situ, kesadaran nelayan yang ada di Pulau Bawean untuk menjaga lingkungan laut mulai tumbuh. Bahkan mereka saling menjaga jangan ada yang merusak.

"Kami sangat bersyukur dan lega, karena jerih payah saya selama ini yang saya lakukan berhasil. Yang pertama sekarang nelayan di Bawean mencintai lingkungan laut dan secara ekonomi nelayan yang selama ini pas-pasanya menjadi lebih baik," papar Popong.

Aksi nyata Popong diakui sejumlah nelayan Bawean. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Popong, karena atas perjuanganya membantu nelayan. Sehingga bisa meningkatkan ekonomi yang dulu pas-pasan kini sangat cukup," kata Hasan bersama Ziad.

Halaman

(sun/bdh)