Jadi Tersangka Korupsi Revitalisasi Pasar, Kadis Pariwisata Jember Ditahan

Yakub Mulyono - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 18:10 WIB
Kadis Pariwisata Jember Ditahan (Foto: Yakub Mulyono/detikcom)
Jember -

Kejaksaan Negeri Jember menahan Kepala Dinas Pariwisata Jember Anas Ma'ruf terkait dugaan korupsi proyek revitalisasi Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul. Anas ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dengan nilai proyek Rp 7,8 Miliar itu.

Pantauan di Kantor Kejari Jember Jalan Karimata, Kecamatan Sumbersari, sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka Anas Ma'ruf dengan memakai rompi berwarna merah muda, keluar dari ruangan dan langsung digelandang masuk ke mobil MPV warna hitam.

Dia langsung dibawa ke Lapas Kelas IIA Jember untuk menjalani masa tahanan selama kurang lebih 20 hari ke depan sembari menunggu proses pengadilan.

"Hari ini kami (Kejari Jember) menetapkan satu orang tersangka kasus (korupsi revitalisasi) Pasar Manggisan atas nama AM (Anas Ma'ruf)," kata Kasi Intel Kejari Jember Agus Budiarto, Rabu sore (22/1/2020).

Dugaan korupsi yang menyeret Anas terjadi saat dia menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut. Saat itu, Anas juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagan, Energi dan Sumberdaya Mineral.

"Saat dirinya menjabat sebagai PPK, juga saat di Dinas Perindustrian (menjabat sebagai kepala dinas). Penetapan ini, tentunya setelah diperkuat dengan adanya alat bukti yang cukup," terang Agus.

Pasar Manggisan merupakan bagian program revitalisasi pasar yang dicanangkan Bupati Faida. Ada 12 pasar yang ditevitalisasi pada tahun 2018. Salah satunya adalah pasar Manggisan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM Jember mendapatkan alokasi besar dengan pagu anggaran total sekitar Rp100 miliar. Khusus Pasar Manggisan, anggaran proyeknya Rp 7,8 miliar.

Namun penggarapan proyek pasar tersebut mangkrak dan diduga terjadi penyimpangan. Pada tanggal 17 Juni 2019 silam, kejaksaan melakukan penyegelan sebagai tanda dimulainya penyelidikan.

Dan pada 20 Juni 2019 kejaksaan menggeledah kantor Disperindag ESDM. Pada hari yang sama ketika itu, petugas Kejari Jember juga menggeledah kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ)

Dari kedua instansi itu, kejaksaan menyita satu koper dokumen serta sejumlah data lunak dari komputer.

(fat/fat)