Sekdes di Jombang Ini Sudah Setahun Nyabu, Eh Baru Ketahuan Sekarang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 23:12 WIB
Sekdes yang baru ketahuan setelah nyabu (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Salah seorang Sekretaris Desa (Sekdes) di Jombang diringkus karena mengonsumsi sabu. Dari penangkapan ini terungkap oknum Sekdes tersebut telah setahun menjadi 'budak' sabu.

Kasat Narkoba Polres Jombang AKP Mukid mengatakan awalnya pihaknya meringkus Joko Waseso (29), pengedar sabu asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso, Jombang pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Saat meringkus Joko di sebuah warung Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Jombang, petugas menyita sejumlah barang bukti.

Yaitu berupa 3 paket hemat sabu siap edar dengan berat total 0,67 gram, alat hisap sabu, ponsel sebagai alat transaksi dengan pelanggan, serta uang hasil penjualan sabu Rp 500 ribu.

"Tersangka kemudian kami interogasi beli sabu dari siapa dan menjual ke siapa saja," kata Mukid kepada detikcom, Senin (20/1/2020).

Kepada petugas, Joko mengaku mempunyai pelanggan tetap. Salah satunya Radityo Wisnu Murti (23), warga Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Jombang. Bapak dua anak ini menjabat Sekdes di Desa Sumberaji.


"Tersangka Wisnu ini menjabat Sekdes Sumberaji," ungkap Mukid.

Berbekal keterangan Joko, polisi pun menggerebek rumah Wisnu pada Minggu (19/1) sekitar pukul 01.00 WIB. Benar saja, dari penggerebekan itu petugas menemukan barang bukti 5 plastik klip yang diduga masih ada sisa sabu, aluminium foil bekas digunakan membakar sabu, 2 korek api, sebuah ponsel, serta botol bekas minuman yang dirakit untuk menghisap sabu.

Kepada penyidik, Wisnu mengaku menunggu kiriman sabu dari Joko. Dia telah membayar tunai pesanannya Rp 700 ribu untuk 0,5 gram sabu. Selain itu, Sekdes Sumberaji ini juga usai mengonsumsi sabu pada Sabtu (18/1) pagi.

"Tersangka Wisnu setahun menjadi pengguna sabu. Dia pelanggan aktif tersangka Joko. Belinya sepekan sekali 0,5 gram seharga Rp 700 ribu," ungkapnya.

Dari penangkapan Joko, lanjut Mukid, pihaknya juga meringkus pengedar yang lebih besar. Yaitu Budi Kristiadi alias Adi (29), warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas menemukan 7 paket sabu yang disembunyikan dalam sebuah rokok elektrik.


Sabu dari tersangka Adi mencapai 7,5 gram. Polisi juga menyita barang bukti berupa alat hisap sabu, timbangan elektrik, ponsel dan uang Rp 360.000.

"Tersangka mengaku mendapat sabu dari Madiun. Pengiriman dengan cara ranjau di jalan wilayah Ploso, Jombang," jelasnya.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 1 junco pasal 112 ayat 1 juncto pasal 127 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara," tandas Mukid. [] (iwd/iwd)