Manajer PT KK Surabaya Didakwa Gelapkan Uang Investasi Rp 3,4 M

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 17:30 WIB
Sidang kasus penggelapan uang investasi di Surabaya/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Suami dari Direktur PT KK Indonesia Surabaya, Martin Kurniawan Tjau didakwa menggelapkan uang Rp 3,4 miliar. Dakwaan itu terungkap dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam sidang Jaksa Muhammad Nizar menyebutkan, uang miliaran rupiah itu didapatkan terdakwa dari kerja sama dengan saksi pelapor Henry Sanjaya. Kerja sama itu terkait modal investasi di bidang farmasi pada Januari 2016 sampai Desember 2017.

"Investasi di bidang obat farmasi yang mana terdakwa mendapatkan tender PO. Baik dari pemerintah maupun swasta yang ditawarkan oleh terdakwa," kata Nizar saat membacakan dakwaan di Ruang Kartika PN Surabaya, Senin (20/1/2020).


"Keuntungan yang dijanjikan 5 persen sampai 22 persen per bulan. Yang mana keuntungan tersebut di atas bunga bank. Sehingga saksi Henry Sanjaya menginvestasikan uangnya kepada terdakwa," lanjut Nizar.

Namun sejak Desember 2017 atau memasuki batas waktu pengembalian modal dan hasil, terdakwa tidak memberikan keuntungan sesuai yang dijanjikan kepada Henry. Terdakwa saat itu berdalih uangnya sudah tidak ada.

"Terdakwa tidak sanggup memberikan uang saksi Henry Sanjaya dengan alasan uang sudah tidak ada semua. Uangnya oleh terdakwa digunakan untuk membayar investor lain dan judi bola dengan harapan uangnya dapat kembali," terangnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2