5.000 Bibit Pohon Ditanam di Lahan Kritis Bukit Tunggangan Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 20:23 WIB
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Wagub Jatim bersama jajaran Polres Trenggalek dan sejumlah elemen masyarakat melakukan aksi reboisasi. Penanaman hutan kembali itu dilakukan di kawasan Bukit Tunggangan dengan menanam ribuan bibit pohon.

Aksi reboisasi tersebut merupakan bagian dari gerakan tanam pohon yang digagas Polda Jatim. Dalam penanaman di Bukit Tunggangan terdapat 5.000 lebih bibit aneka buah-buahan.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan gerakan tanam pohon bukan hanya seremonial belaka, namun salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

"Ini gerakan luar biasa dari Polda Jawa Timur yang melakukan penanaman pohon serentak pada lahan-lahan kritis. Memang di musim banjir ada empat hal yang menjadi perhatian," kata Emil, Jumat (10/1/2020).

Di antaranya, penambangan liar pasir sungai yang dilakukan secara masif, penyerapan ekstraksi pompa, serta kondisi lahan kritis di kawasan hulu. Sehingga dengan gerakan menanam dari Polda Jatim yang didukung dari berbagai elemen tersebut mampu mendukung pemulihan kelestarian alam.


"Harapan saya, semua elemen saling mendukung, termasuk masyarakat yang menggarap kawasan hutan. Kami harus memahamkan mereka jangan sampai pohon-pohon reboisasi ini dicabut," ujarnya.

Terkait lokasi reboisasi di Bukit Tunggangan tersebut diharapkan akan membawa dampak positif terhadap pengembangan kawasan wisata paralayang.

"Karena ini merupakan salah satu destinasi paralayang, sehingga apabila hutannya lestari tentu akan lebih baik," ujarnya.

Sementara itu Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan penanaman pohon kali ini pihaknya mengambil tema Polri peduli penghijauan lintas generasi. Sebab dalam upaya reboisasi melibatkan seluruh unsur mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, TNI, Perhutani, pelajar Paud hingga SMA dan anak kebutuhan khusus.


"Ini kami lakukan serentak di seluruh polsek jajaran. Harapan kami lima atau sepuluh tahun ke depan tanaman ini akan membawa manfaat untuk masyarakat," kata Calvijn.

Sementara itu, Wakil Administratur Perhutani Kediri Selatan, Andy Iswindarto, menjelaskan ribuan bibit pohon yang ditanam merupakan jenis tanaman multi fungsi berupa buah-buahan.

"Jenisnya macam-macam, ada durian, alpukat, sirsak ada juga kelengkeng. Ke depan kami harap pohon ini tetap lestari, sedangkan buahnya bisa dimanfaatkan masyarakat," ujar Andy.

Pihaknya mengakui kawasan Bukit Tunggangan di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan tersebut menjadi salah satu titik lahan kritis yang perlu mendapat sentuhan penghijauan. (iwd/iwd)