KLB Hepatitis A dan Perjuangan Keras Pacitan Menuntaskannya

Kaleidoskop 2019

KLB Hepatitis A dan Perjuangan Keras Pacitan Menuntaskannya

Purwoto Sumodiharjo - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 07:51 WIB
Salah satu sumber air yang dikonsumsi warga (Foto: Purwo Sumodiharjo)

Foto: Purwo Sumodiharjo

"Ya. Ada yang dites (hasilnya) positif Hepatitis A pakai tes cepat molekuler," terang Eko.

Belajar dari kasus ini, petugas yang merawat pasien diimbau selalu mengenakan alat pengaman diri. Seperti sarung tangan maupun cattle pack. Benda mirip gaun yang menutup dada tersebut harus langsung dicuci usai dipakai.

Bersamaan gencarnya kampanye pola hidup bersih, Dinas Kesehatan juga membagikan bahan disinfektan kepada warga di wilayah terpapar. Aksi tersebut disertai sosialisasi oleh petugas promosi kesehatan.

Adapun bahan yang disiapkan dinkes tersebut antara lain adalah kaporit, lysol, dan sabun cuci tangan. Kaporit digunakan pada sumber air bersih maupun bak penampungan. Sedangkan cairan lysol pemanfaatannya untuk membersihkan area kamar mandi dari paparan virus.

"Sudah hampir seribuan (paket) yang kami bagikan door to door dan ini kami sudah menyiapkan beberapa logistik dan mungkin kalau nanti puskesmas membutuhkan kami sudah siap," ucap Dian Bahari Sandhi, petugas fungsional sanitarian Dinkes Pacitan.


Tak sampai sebulan sejak serangan pertama kali ditemukan, pemerintah pusat turun tangan. Kementerian Kesehatan RI menurunkan Tim Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). Kedatangan mereka untuk memeriksa sumber air di sungai Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro. Air yang diambil dari tempat itu dikonsumsi warga di 5 desa sekitar.

"Setelah investigasi sebelumnya katanya airnya positif e-coli. Nah, jadi kami pikir kalau sudah ada e-coli kemungkinan sudah ada cemaran tinja. Dan itu sebagai kemungkinan untuk adanya virus Hepatitis A. Tapi belum pasti juga," kata salah satu anggota tim, Triani.

Senada, dinkes juga belum berani memastikan penyebab pasti rantai penularan Hepatitis A di Pacitan. Penelitian yang dilakukan sebelumnya hanya mendapati kadar e-coli dalam air sungai Sukorejo mencapai 2.400 per 100 mililiter. Padahal ambang batas toleransi hanya 50 per 100 mililiter.

Kadinkes Eko Budiono menegaskan pihaknya tetap fokus pada 2 langkah utama. Yakni mensterilisasi air yang didistribusikan ke warga serta memberikan edukasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).


Simak Video "Awal Mula Hepatitis A di Depok yang Jangkiti Ratusan Orang"

[Gambas:Video 20detik]