Penganiayaan Istri di Probolinggo, Polisi: Bukan Diinjak Kemaluannya

M Rofiq - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 21:58 WIB
Korban penganiayaan saat menjalani perawatan/Foto: Istimewa
Probolinggo - Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh seorang istri pada suaminya di Kabupaten Probolinggo bukan dengan menginjak kemaluan. Melainkan menendang bagian perut hingga pingsan.

Seperti informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan itu terjadi pada Jumat (13/12) lalu. Korban bernama Syamsul Arifin (35). Ia yang tinggal di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mendapat perlakuan kasar dari sang istri, Nur Faidah (36).


Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizky Santoso membenarkan aksi penganiayaan tersebut. Namun menurutnya, Syamsul pingsan bukan karena diinjak kemaluannya. Nur hanya menendang perut suaminya.

"Jadi yang benar, bagian vital korban bukan diinjak. Tapi ditendang perutnya," kata Rizky, Jumat (20/12/2019).


Ia kemudian menjelaskan kronologi KDRT tersebut. Menurutnya, korban ditendang pelaku di bagian perut hingga terjatuh. Kemudian saat terjatuh, kepala Syamsul menghantam meja hingga pingsan.

Setelah kejadian, pihak keluarga langsung membawa korban ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Lalu melaporkan aksi penganiayaan itu ke pihak kepolisian. Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut.
Halaman

(sun/bdh)